Logo Header Antaranews Jateng

Mahasiswa UMS terinspirasi layanan keperawatan internasional pada outbplound ke Thailand

Rabu, 6 Agustus 2025 16:42 WIB
Image Print
Mahasiswa Keperawatan UMS kelas internasional saat mengikuti kegiatan di Day Care at Early Childhood Excellent Development Center di Rumah Sakit Srinagarind, Thailand, beberapa waktu lalu. ANTARA/HO-UMS

Solo (ANTARA) - Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) terinspirasi layanan keperawatan internasional pada kegiatan outbound activity melalui pertukaran mahasiswa ke Khon Kaen University Thailand.

Sekprodi Keperawatan kelas internasional Siti Arifah, S.Kp., M.Kes. di Solo, Jawa Tengah, Rabu mengatakan kegiatan ini berlangsung selama dua minggu dari tanggal 21 Juli-2 Agustus 2025 yang diikuti oleh enam mahasiswa Prodi Keperawatan kelas internasional semester 6.

Ia mengatakan kegiatan ini bertujuan memberikan peluang bagi mahasiswa untuk memahami sistem pelayanan kesehatan internasional dan budaya yang berbeda. Harapannya, pengalaman ini dapat menginspirasi perbaikan pelayanan di Indonesia.

“Program ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam mencetak perawat yang tidak hanya kompeten secara teknis tetapi juga siap untuk bersaing di kancah internasional dan menghadapi tantangan yang terus berkembang,” katanya.

Dengan mengikuti program pertukaran mahasiswa, mahasiswa tidak hanya memperluas kompetensi teknis tetapi juga mengembangkan soft skills seperti empati, sensitivitas budaya dan kolaborasi antar tim.

Tujuan lain dari keikutsertaan pertukaran mahasiswa adalah meningkatkan keterampilan klinik mahasiswa di bidang keperawatan anak melalui pengalaman belajar di lingkungan klinik internasional.

Selain itu, kegiatan tersebut juga membekali mahasiswa dengan wawasan global mengenai praktik keperawatan yang berbasis standar internasional dan meningkatkan kemampuan adaptasi budaya dan kerjasama lintas budaya dalam pelayanan kesehatan.

“Kegiatan ini juga ditujukan untuk memperluas jaringan profesional baik antara mahasiswa maupun institusi pendidikan keperawatan di UMS maupun Khon Kaen University,” katanya.

Peserta pertukaran mahasiswa Fakhrani Eliza mengatakan kegiatan outbound di Thailand melibatkan kunjungan ke Early Childhood Excellent Development Center, Srinagarind Hospital, Health Promotion Center 7 Mother and Child Wellbeing.

Fakhrani dan teman-temannya juga mengikuti perkuliahan tentang early development dan emergency child yang memberikan pengalaman berharga dalam memahami pentingnya perkembangan anak usia dini secara holistik dan pelayanan kesehatan anak yang memadai.

Fakhrani mengaku kegiatan yang paling berkesan baginya adalah kunjungan ke Early Childhood Excellent Development Center. Di sana, ia mendapatkan metode pembelajaran interaktif dan stimulasi yang tepat dan mampu meningkatkan kemampuan motorik, kognitif, sosial, dan emosional anak secara seimbang dengan dukungan tenaga pendidik yang profesional.

“Ini memberikan pengalaman yang berharga dalam memahami bagaimana perkembangan anak usia dini dapat didukung secara holistik,” katanya.

Selain itu, diperoleh wawasan praktis tentang penanganan gawat darurat anak, pentingnya promosi kesehatan ibu dan anak secara integratif, serta pentingnya penerapan standar berbasis bukti dan kolaborasi lintas sektor untuk kesejahteraan ibu dan anak.

Outbound ini juga membuka peluang untuk mengadaptasi model inovatif dalam pengembangan anak usia dini di daerah asal. Peserta pertukaran mahasiswa melihat adanya perbedaan penanganan antara di Indonesia dan Thailand.

Dari kegiatan yang dilakukan di Thailand, terlihat bahwa penanganan dan fasilitas medis, terutama penanganan pediatrik sudah menggunakan prosedur modern dan standar berbasis bukti yang tinggi.

Di Rumah Sakit Srinagarind, fasilitas dan sistem lengkap serta tidak hanya berfokus pada penyembuhan penyakit tetapi juga perkembangan dan kenyamanan anak sangat diperhatikan, seperti play and art therapy yang disediakan oleh perawat.

“Di day care anak-anak tidak hanya menjalani aktivitas sehari-hari tetapi juga diberikan terapi bermain yang dapat menstimulasi perkembangan, selain itu anak-anak juga dikategorikan per kelas sesuai dengan kategori umur seperti 1-2 tahun 3-4 tahun dan seterusnya sesuai stage perkembangan,” katanya

Saat perkuliahan early development dan emergency child atau penanganan kegawatdaruratan anak, mahasiswa Keperawatan UMS itu mengaku sangat bermanfaat untuk memperdalam pengetahuan teori dan praktik terkait tahap perkembangan dan penanganan kondisi kritis pada anak.

Pesan yang dapat diambil adalah pentingnya penerapan standar berbasis bukti dalam pengelolaan anak usia dini, kolaborasi lintas sektor untuk kesejahteraan ibu dan anak, dan perlunya prioritas terhadap pelatihan penanganan gawat darurat anak.

“Kegiatan ini membuka peluang adaptasi model inovatif yang dapat diterapkan di Indonesia, sekaligus menjadi harapan agar semakin banyak program dan pusat pengembangan anak usia dini berkualitas dapat diakses luas demi peningkatan kualitas sumber daya manusia sejak dini,” katanya.



Pewarta :
Editor: Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026