
Utusan Presiden minta Festival Arak-Arakan Cheng Ho dilestarikan

Semarang (ANTARA) - Utusan Presiden RI Purnomo Yusgiantoro meminta Festival Arak-Arakan Cheng Ho di Kota Semarang dilestarikan karena mengusung nilai toleransi tinggi.
"Tiap tahun, masyarakat yang terlibat di festival ini terus bertambah, termasuk umat dari luar Tridharma," kata Purnomo saat mengunjungi Kelenteng Sam Poo Kong Semarang, Rabu.
Menurut dia, nilai pluralismenya tinggi menjadi modal utama dari persatuan dan kesatuan nasional.
Purnomo menyampaikan pesan Presiden Prabowo Subianto agar tradisi Cheng Ho di Semarang terus dilestarikan.
Ia menambahkan akulturasi budaya di Kota Semarang berlangsung sangat harmonis sejak dahulu hingga saat ini.
Terlebih dalam sejarahnya, lanjut dia, akulturasi budaya tersebut memiliki tujuan ekonomi, yakni perdagangan yang saja berdampak pada kesejahteraan masyarakat.
“Tradisi Cheng Ho bernuansa Tionghoa ini merupakan salah satu bentuk akulturasi budaya yang kala itu untuk kepentingan ekonomi perdagangan yang dampaknya ada kesejahteraan masyarakat," katanya.
Oleh karena itu, menurut dia, kerukunan dan persatuan dalam akulturasi budaya menjadi modal utama bangsa dan negara jika ingin perekonomiannya membaik.
Festival Arak-Arakan Cheng Ho Semarang yang digelar pada Minggu (27/7) diikuti oleh 14 kelenteng dari berbagai daerah dari dalam dan luar Jawa Tengah.
Arak-arakan yang dimulai dari Kelenteng Tay Kak Sie di kawasan Pecinan Semarang hingga Kelenteng Sam Poo Kong Semarang tersebut menjadi agenda wisata tahunan yang mampu menyedot wisatawan domestik hingga mancanegara.
Pewarta: Immanuel Citra Senjaya
Editor:
Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
