
Rektor UMS gaungkan jiwa PT IMAM pada pengukuhan 65 dokter baru

Solo (ANTARA) - Rektor Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) Prof. Dr. Harun Joko Prayitno menggaungkan jiwa Pengabdian, Transendensi, Inovasi, Manfaat, dan Amal (PT IMAM) pada pengukuhan sebanyak 65 dokter baru.
Pada upacara pelantikan dan sumpah dokter Fakultas Kedokteran ke-55 di Solo, Jawa Tengah, Rabu, Harun mengatakan satu rumusan yang menggugah bahwa dokter bukan sekadar profesi, tapi jalan hidup yang harus ditempuh dengan pengabdian dan transendensi.
“Dalam dada setiap dokter harus ada jiwa PT IMAM," kata Harun di podium, mengacu pada akronim yang ia gagas, Pengabdian, Transendensi, Inovasi, Manfaat, dan Amal.
Rumusan ini, menurut dia, bukan sekadar jargon akademik tetapi juga prinsip hidup yang wajib dihayati oleh lulusan UMS saat terjun di masyarakat.
Prosesi sumpah kali ini bukan perhelatan biasa. Gelombang ke-55 Fakultas Kedokteran UMS yang simbolnya LV dalam angka Romawi menjadi momentum bagi UMS untuk menegaskan posisinya sebagai kampus unggul dalam pengembangan tenaga medis, yakni tidak sekadar mencetak lulusan tetapi juga mengukir karakter yang utuh teknis, etis, dan spiritual.
“UMS harus terus berlari, bukan berjalan,” kata Harun menyinggung langkah universitas yang terus mengenjot dalam membuka program doktor kedokteran dan pendidikan dokter spesialis.
Ia juga membeberkan bahwa saat ini UMS tengah mendampingi lebih dari 20 perguruan tinggi Muhammadiyah dalam mendirikan fakultas kedokteran.
Pada kesempatan itu, Rektor Harun juga menyisipkan kabar baik lainnya bahwa Rumah Sakit Universitas Muhammadiyah Surakarta RS AR Fahrudin akan segera beroperasi.
“Kami tidak ingin bersaing, tapi ingin berlomba-lomba dalam kebaikan,” katanya.
Dalam sambutannya, Harun tidak lupa menekankan aspek human relation bagi para dokter muda.
“Cara berjalan, cara menyapa pasien, hingga cara menulis resep harus jadi ciri khas dokter lulusan UMS. Human relation is the key,” katanya.
Dekan FK UMS Dr. dr. Flora Ramona Sigit Prakoeswa, M.Kes, Sp.D.V.E., Dipl.STD-HIV/AIDS, FINSDV, FAADV, turut membakar semangat lulusan. Ia menyebut angkatan ini unik, cerdas, tetapi banyak yang menunda ujian karena terlalu perfeksionis.
“Lesson learnednya, nggak apa-apa insecure dan overthinking. Tapi yang paling penting adalah daya lenting jatuh tujuh kali, bangkit delapan kali,” katanya.
Kalimat itu langsung disambut tepuk tangan hadirin. Flora juga mengungkap FK UMS sedang bersiap menjalani asesmen akreditasi internasional International Accreditation Agency for Higher Education in Health (IAAHEH) menjadi fakultas pertama dari Indonesia yang maju dalam proses tersebut.
“Kalau bukan kita, siapa lagi? Kalau bukan sekarang, kapan lagi,” katanya dengan nada penuh keyakinan.
Acara ini dihadiri para direktur rumah sakit mitra dari Ponorogo, Sukoharjo, Karanganyar, hingga RS PKU Muhammadiyah dan RS Ortopedi. Mereka bukan sekadar tamu, tetapi juga bagian dari ekosistem pembelajaran klinis FK UMS.
“Inilah hasil kolaborasi yang dibangun bukan sehari dua hari,” katanya.
Dengan pengukuhan ini, UMS tak hanya mencetak dokter, tapi juga menanamkan filosofi kebermanfaatan yang membumi.
“Dokter itu bukan makhluk super, tapi manusia yang diberi amanah untuk memanusiakan manusia. Itulah tugas seumur hidup,” kata Flora.
Pewarta: Aris Wasita
Editor:
Immanuel Citra Senjaya
COPYRIGHT © ANTARA 2026
