
PSIM Tundukkan Persip 2-1

Tim kesebelasan Kota Pekalongan yang sejak awal pertandingan mengandalkan serangan sayap, terlihat terus menggempur pertahanan lini belakang PSIM Yogyakarta, namun selalu gagal.
Akibat terlalu banyak menyerang, para pemain Persip terlena menjaga pertahanannya sehingga melalui serangan balik, pemain PSIM Yogyakarta, Cristian, pada menit ke-12 lolos dari pengawalan dan mampu menggolkan bola ke gawang Persip yang dijaga Nurul Subkhi.
Tertinggal 1-0, Persip terus mencoba melakukan serangan melalui sektor sayap kiri dan kanan untuk menyamakan kedudukannya. Namun, hingga peluit panjang babak pertama, skor tetap tidak berubah.
Memasuki babak kedua, Persip yang menargetkan mampu meraih poin di kandang sendiri terus berusaha menyamakan kedudukan dengan melakukan serangan ke lini pertahanan PSIM Yogyakarta.
Namun, upaya pemain Persip hanya sia-sia karena para pemain PSIM solid dan disiplin dalam menjaga lini pertahanannya.
Meski terus gagal menciptakan gol, para pemain anak asuh Nasal Mustofa itu pantang menyerah dan terus melakukan serangan ke lini pertahanan PSIM Yogyakarta.
PSIM Yogyakarta kembali menambah skor 2-0 pada menit ke-67 dari hasil sontekan Reinard setelah berhasil memanfaatkan kelengahan pemain belakang Persip.
Persip berhasil memperkecil kekakahannya setelah Dede Tamboura pada menit ke-75 mampu memanfaatkan umpan silang dan memasukkan bola ke gawang PSIM yang dijaga Agung Prasetyo.
Memasuki akhir pertandingan, dua tim kesebelasan terlihat menerapkan permainan kasar sehingga wasit Darul Ulum asal Surabaya banyak memberikan peringatan dan kartu kuning terhadap para pemain.
Wasit Darul Ulum terpaksa menghentikan pertandingan itu sekitar beberapa menit dari waktu normal karena para suporter dari dua kesebelasan saling bentrok. Pada saat itu kedudukan tetap 2-1 untuk PSIM Yogyakarta
Pewarta: Kutnadi
Editor:
M Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
