Logo Header Antaranews Jateng

Pemkab Kudus gandeng kejaksaan awasi pembangunan gedung perpustakaan

Kamis, 10 Juli 2025 08:25 WIB
Image Print
Bupati Kudus Sam'ani Intakoris bersama Forkopimda saat peletakan batu pertama proyek pembangunan gedung Perpustakaan di kompleks Balai Jagong Kudus, Jawa Tengah, Rabu (9/7/2025). (ANTARA/Akhmad Nazaruddin Lathif)

Kudus (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, melibatkan Kejaksaan Negeri maupun Kepolisian untuk ikut mengawal pelaksanaan proyek pembangunan gedung perpustakaan berstandar nasional senilai Rp,43 miliar.

"Hari ini (9/7) dilakukan peletakan batu pertama, sebagai awalan kami ingin Kabupaten Kudus dalam pembangunan mendapatkan kawalan dari Kejaksaan Negeri maupun Polres Kudus. Pengawasan ketat terhadap proyek pembangunan ini agar berjalan sesuai spesifikasi dan tepat sasaran," kata Bupati Kudus Sam'ani Intakoris usai peletakan batu pertama proyek pembangunan gedung Perpustakaan di kompleks Balai Jagong Kudus, Rabu.

Untuk itulah, kata dia, setiap pembangunan di Kabupaten Kudus ini harus dikawal, mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan, hingga penyerahan akhir. Sedangkan pelibatan Kejaksaan dan Polri bukan hanya sebagai pengawas pasif, tetapi aktif dalam mencermati setiap detail spesifikasi.

Proyek pembangunan perpustakaan ini, kata dia, ditargetkan rampung dalam waktu empat bulan, lebih cepat dari rencana awal selama 5,5 bulan. Hal ini dimungkinkan karena bangunan dirancang dalam empat bagian yang bisa dikerjakan secara paralel.

"Setelah jadi, perpustakaan ini diharapkan bisa meningkatkan literasi masyarakat. Kita punya perpustakaan digital dan manual. Anak-anak PAUD, TK, SD, hingga mahasiswa bisa memanfaatkannya. Meskipun era digital, membaca buku secara langsung tetap memiliki sensasi dan keasyikan tersendiri," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Kejaksaan Negeri Kudus Henriyadi W. Putro menyatakan komitmennya untuk mengawal penuh proses pembangunan ini, baik dari sisi administrasi maupun teknis.

"Kami dari Kejaksaan akan terlibat aktif. Pengawalan dilakukan tidak hanya melihat dari luar, tetapi juga turut dalam prosesnya, bekerja sama dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten dan Inspektorat. Monitoring dan evaluasi akan kami lakukan secara berkala, agar pembangunan ini benar-benar sesuai dengan perencanaan dan bisa memberi manfaat luas bagi masyarakat," ujarnya.

Pembangunan perpustakaan tersebut, juga menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Kudus dalam meningkatkan indeks literasi masyarakat, sekaligus memperkuat fasilitas publik yang ramah anak dan edukatif.

Kebutuhan total untuk membangun fisik bangunan perpustakaan hingga jadi seluruhnya, sebetulnya membutuhkan anggaran hingga Rp20 miliar. Sedangkan bantuan yang diterima dari pusat melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) sebesar Rp10,65 miliar, sehingga masih membutuhkan tambahan.

Pemkab Kudus sendiri sudah menggelontorkan anggaran sebesar Rp900 juta untuk pengurukan lahan pada 2024.

Gedung perpustakaan yang dirancang menjadi pusat literasi modern dan fasilitas pendukung edukasi masyarakat itu direncanakan berdiri di atas lahan seluas 1,3 hektare di kompleks Balai Jagong Kudus dengan fasilitas lengkap seperti ruang baca, multimedia, area parkir luas, dan ruang terbuka hijau.

Proyek pembangunan gedung perpustakaan itu tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan layanan literasi, tetapi juga memberikan ruang yang nyaman dan representatif bagi masyarakat. Sehingga kelak dapat mendorong minat baca sekaligus menjadi ikon edukasi dan kebanggaan Kabupaten Kudus.

Selain ruang baca dan multimedia, gedung tersebut juga akan dilengkapi fasilitas pendukung seperti area diskusi, ruang seni, dan ruang terbuka hijau. Termasuk area parkir yang luas juga menjadi perhatian dalam desain gedung.



Pewarta:
Editor: Teguh Imam Wibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2026