
Hindari korupsi, Menag tarik dana haji

Pernyataan itu dikemukakan Menag Suryadharma Ali pada acara peletakan batu pertama pembangunan asrama haji di Pekanbaru, Sabtu petang. Hadir pada kesempatan tersebut Gubernur Riau, Rusdi Zaenal, Kakanwil Kemenag Riau Azhari Noor dan sejumlah pejabat setempat.
Ia mengakui ditariknya dana dari sejumlah BPS dimaksudkan untuk penyelamatan dana haji yang tersimpan di bank tersebut. Jumlah dananya sebesar Rp12 triliun.
Menurut SDA, sapaan akrab Ketua Umum DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP), dewasa ini dana yang disetorkan calon jemaah haji - mulai dari setoran awal - waktu mengendapnya cukup lama.
Jika dijumlahkan mencapai Rp15 triliun. Dari dana yang tersimpan sebanyak itu, Kemenag akan memindahkan ke Sukuk sebesar Rp12 triliun.
Di Sukuk sendiri, dana haji yang sudah tersimpan sebanyak Rp23 triliun. Dengan demikian jika proses penarikan dana haji dari seluruh BPS BPIH selesai pada Februari 2012 ini maka jumlah dana haji yang tersimpan di Sukuk mencapai Rp35 triliun.
SDA menyatakan, peristiwa penarikan dana haji dari BPS, baik itu bank konvensional BUMN mapun syariah seperti di Bank Muamalat, telah menimbulkan kekecewaan di kalangan perbankan.
"Saya harus menarik dan memindahkannya. Alasan saya, cuma untuk menyelamatkan dana haji," katanya.
Seperti diberitakan sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meminta agar Menag melakukan moratorium pendaftaran haji guna menghindari adanya kebocoran atau korupsi.
Selain itu, moratorium dimaksudkan untuk menghindari penggelembungan dana haji dan kemudian disalahgunakan oknum Kemenag.
(ANT)
Editor: AA Ariwibowo
Pewarta: -
Editor:
Mugiyanto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
