Logo Header Antaranews Jateng

Pemerintah pastikan perlindungan bagi pekerja migran di daerah konflik

Rabu, 25 Juni 2025 18:51 WIB
Image Print
Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (PPMI) Abdul Kadir Karding menjawab pertanyaan wartawan di Kabupaten Wonosobo, Rabu (25/6/2025) ANTARA/Heru Suyitno

Wonosobo (ANTARA) - Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (PPMI) Abdul Kadir Karding menyampaikan negara akan melindungi pekerja migran di daerah konflik.

"Pekerja di Iran sudah ditangani oleh Kementerian Luar Negeri, kalau di Qatar kita punya pekerja sekitar 2000-an orang yang yang terdaftar di kementerian, itu sedang kita mitigasi dengan melakukan pendataan terus," katanya di Wonosobo, Rabu.

Ia menyampaikan hal tersebut usai "Launching Desa Migran Emas dan Sosialiasi Peluang Kerja Luar Negeri" di Kabupaten Wonosobo.

Selain memberikan informasi yang bisa dilakukan kalau ada apa-apa, yang selanjutnya coba mendorong mereka untuk berpindah ke tempat yang aman.

"Jadi Dirjen Perlindungan sudah saya minta untuk berkoordinasi dengan Kemenlu atau duta besar yang ada di Qatar, tadi pagi mereka sudah melaporkan langkah-langkah mitigasi yang disiapkan," katanya.

Ia menyampaikan, intinya pihaknya akan memastikan bahwa seluruh pekerja migran yang ada di daerah berdampak dari konflik seperti Qatar akan dilindungi.

"Akan kita jaga dan kita hadir sebagai negara untuk melindungi mereka," katanya.

Disinggung tentang upaya pemulangan mereka, dia menjawab nanti melihat situasinya karena kalau sekarang pulang juga tidak bisa.

"Jadi kita bawa mereka ke tempat-tempat yang aman yang kira-kira tidak akan terkena serangan," katanya.

Disinggung tentang pengiriman tenaga kerja Indonesia ke daerah konflik untuk sementara apakah dihentikan.

"Kalau sekarang pasti kita off dulu sampai nanti keadaan menjadi lebih aman karena prinsip kita satu nyawa jauh lebih penting dari semuanya," katanya.



Pewarta :
Editor: Teguh Imam Wibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2026