Solo (ANTARA) - Solo Safari berkomitmen menjaga kelestarian lingkungan melalui dua inisiatif program yang melibatkan kolaborasi bersama Rotary Club dan Lions Club.
General Manager Solo Safari Yustinus Sutrisno di Solo, Jawa Tengah, Minggu mengatakan kegiatan yang dilakukan menggabungkan unsur edukasi, aksi nyata, dan partisipasi anggota untuk menciptakan ekosistem yang bersih, hijau, dan nyaman untuk semua pengunjung Solo Safari.
Dua kegiatan tersebut yakni workshop peduli sosial yang merupakan kolaborasi antara Solo Safari dan Rotary Club Kota Solo serta jalan sehat dan aksi tanam pohon yang merupakan bentuk kepedulian lingkungan hidup dari Lions Club Kota Solo dan Solo Safari.
Ia mengatakan workshop menjadi wadah edukasi tentang pentingnya menjaga kelestarian alam serta menumbuhkan kesadaran terhadap peran anak muda sebagai penggerak perubahan.
Acara ini menghadirkan langsung Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Surakarta Kristiana Hariyanti sebagai narasumber utama.
Ia mengatakan dalam paparannya Ana menjelaskan berbagai tantangan lingkungan yang dihadapi saat ini, mulai dari polusi, perubahan iklim, hingga krisis sampah.
Ia juga menekankan pentingnya keterlibatan aktif generasi muda dalam upaya pelestarian lingkungan sejak dini. Workshop ini juga dilengkapi dengan beragam aktivitas interaktif, seperti pemilahan sampah, praktik daur ulang sederhana, dan games terkait lingkungan hidup.
Sebagai bentuk tindak lanjut dari kegiatan edukatif ini, dilakukan pula penyerahan fasilitas bank sampah kepada Solo Safari oleh Rotary Club Kota Solo.
“Fasilitas ini menjadi langkah nyata Solo Safari dalam mewujudkan pengelolaan sampah yang bertanggung jawab di kawasan wisata, sekaligus sebagai sarana edukasi bagi pengunjung tentang pentingnya daur ulang dan ekonomi sirkular,” kata Yustinus.
Selain workshop edukasi, dikatakannya, Solo Safari juga mengambil bagian dalam aksi nyata pelestarian lingkungan melalui kegiatan yang dilakukan bersama Lions Club. Kegiatan dimulai dengan jalan sehat bersama mengelilingi kawasan Solo Safari yang diikuti oleh para anggota Lions Club dan pengelola Solo Safari.
Usai jalan sehat, acara dilanjutkan dengan gerakan menanam pohon di titik strategis dalam kawasan Solo Safari. Dalam kegiatan ini, sebanyak 30 anggota Lions Club secara sukarela menyumbangkan dan menanam kurang lebih 100 pohon yang terdiri dari jenis-jenis pohon peneduh dan tanaman lokal yang cocok dengan karakteristik lingkungan di area konservasi Solo Safari.
“Kami sangat mengapresiasi kontribusi Lions Club Kota Solo. 100 pohon yang ditanam ini bukan sekadar simbol, tapi juga menjadi awal dari kontribusi jangka panjang terhadap kualitas udara, keanekaragaman hayati, dan kenyamanan pengunjung,” katanya.
Sejumlah pohon yang ditanam tersebut diharapkan memberikan efek nyata bagi lingkungan serta memperindah kawasan bagi para pengunjung.
Langkah ini juga sejalan dengan misi Solo Safari sebagai taman edukatif berbasis konservasi yang tidak hanya menyuguhkan pengalaman wisata tapi juga memberikan nilai edukasi dan pelestarian.
“Kepedulian terhadap lingkungan bukan hanya slogan. Kami percaya, tindakan kecil yang konsisten akan memberikan dampak besar bagi bumi. Kolaborasi ini adalah bukti bahwa semua pihak bisa bersinergi untuk menjaga alam,” katanya.

