
Peneliti Sains Kuatkan Sinergi

"Kami sadar selama ini komunikasi di antara peneliti kurang berjalan baik. Karena itu, kami berkumpul di forum ini," kata Dekan Fakultas MIPA Universitas Diponegoro Dr. Muhammad Nur, usai pembukaan Forum MIPA Joglosemar 3 di Semarang, Sabtu.
Forum MIPA Joglosemar merupakan pertemuan para peneliti dan dosen MIPA perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta di kawasan Yogyakarta, Solo, dan Semarang (Joglosemar) yang awalnya bersifat informal atau tidak resmi.
Ia mengatakan, hingga saat ini sudah tiga kali Forum MIPA digelar. Pertama di kampus Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, kemudian kedua di Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga, dan ketiga di Undip Semarang.
Menurut dia, komunikasi harus berjalan baik di antara peneliti, termasuk untuk merespons kebutuhan pasar dan industri terhadap hasil penelitian sehingga hasil penelitian bisa diaplikasikan secara nyata.
"Para peneliti kita selama ini belum menunjukkan sinergitas. Akibatnya, bisa banyak hasil penelitian yang tidak teraplikasi, karena tidak sesuai dengan kebutuhan masyarakat, misalnya dalam menciptakan produk baru," katanya.
Nur yang juga Ketua MIPAnet, semacam jaringan kerja sama perguruan tinggi bidang MIPA itu, mengatakan, pertemuan tersebut juga membahas langkah kerja sama bidang riset, penerapan sains dan teknologi, serta pertukaran mahasiswa.
Koordinator Forum MIPA Joglosemar Prof Sri Wahyuni menjelaskan, para peneliti tidak bisa bekerja sendiri-sendiri dalam melakukan penelitian, sebab perlu jaringan-jaringan dengan disiplin ilmu lain.
"Mau meneliti kedelai misalnya, tidak bisa peneliti sains berpikir itu hanya urusan meneliti kedelai. Namun, perlu ada kerja sama dengan bidang ilmu lain, misalnya teknik dan pertanian," kata Wakil Dekan III FMIPA UGM Yogyakarta itu.
Forum MIPA Joglosemar, kata dia, diikuti peneliti dan dosen dari sekitar 15 perguruan tinggi, di antaranya Undip, UGM, UKSW, Universitas Islam Indonesia (UII), Universitas Negeri Yogyakarta, dan Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto.
Ia mengatakan, forum itu juga membahas kerja sama yang mungkin dilakukan antarperguruan tinggi, misalnya pertukaran mahasiswa antarPTN-PTS di wilayah Jateng dan DIY yang sebenarnya intensif dilakukan perguruan tinggi luar negeri.
"Di luar negeri, perguruan tinggi memang intens bertukar mahasiswa semacam itu. Karena itu, kami coba terapkan, minimal di lingkup FMIPA perguruan tinggi Jateng-DIY dengan meminimalkan kendala-kendala birokrasi," kata Sri Wahyuni.
Pewarta: Zuhdiar Laeis
Editor:
M Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
