Logo Header Antaranews Jateng

Mahasiswa Tolak Pembatasan Subsidi Harga BBM

Jumat, 13 Januari 2012 13:45 WIB
Image Print


Unjuk rasa tersebut dilakukan para mahasiswa di depan gerbang kantor Unit Pemasaran dan Retail Region IV PT Pertamina Jawa Tengah-Daerah Istimewa Yogyakarta di Jalan Thamrin Semarang, Jumat.

Sejumlah mahasiswa terlihat membawa spanduk dan poster yang antara lain bertuliskan, "Pembatasan subsidi BBM = Pencabutan nyawa rakyat", "Rakyat Indonesia akan jadi pengemis BBM", "UU No 22/2011 tidak sejahterakan rakyat tapi timbulkan kesenjangan sosial".

Koordinator aksi Ali Subhan menegaskan para mahasiswa menolak pencabutan subsidi BBM karena merupakan persekongkolan antara pemerintah dengan kaum kapitalis yang akan membuat masyarakat menjadi menderita.

"Kami mengimbau masyarakat agar mengajukan uji materi terhadap UU No 22/2011 terutama tentang kebijakan pemerintah mengenai pembatasan subsidi BBM," katanya saat berorasi.

Menurut dia, pembatasan subsidi BBM untuk masyarakat berakibat melambungnya harga kebutuhan pokok, daya beli masyarakat menurun, resesi ekonomi, inflasi yang tidak terkendali, meningkatnya angka kriminalitas dan pengangguran, serta semakin memiskinkan masyarakat miskin.

Para mahasiswa, katanya, menuntut pemerintah membatalkan pembatasan subsidi BBM dan mencari jalan alternatif untuk menyetabilkan APBN dengan cara-cara yang lebih cerdas, elegan, bermartabat, dan tidak mengorbankan kepentingan rakyat.

"Cara-cara yang bisa dilakukan pemerintah antara lain dengan menyita harta koruptor yang terbukti bersalah dan jumlahnya bisa mencapai triliunan rupiah," ujarnya.

Setelah menyampaikan tuntutannya, para mahasiswa menyerahkan dua dirigen kosong yang melambangkan penderitaan rakyat kepada perwakilan PT Pertamina yang menemui mereka.

Manajer Keuangan Unit Pemasaran dan Retail Region IV PT Pertamina Jateng-DIY Joko Soejarwo yang menemui para mahasiswa mengaku akan menyampaikan aspirasi yang disampaikan pada unjuk rasa tersebut ke Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi.

"Kami akan menyampaikan ke BPH Migas selaku regulator, sedangkan kami hanya pelaksana kebijakan," kata Joko kepada para mahasiswa.

Saat mengakhiri aksinya, para mahasiswa membakar sejumlah poster sebelum meninggalkan lokasi unjuk rasa yang mendapat pengamanan ketat dari petugas kepolisian dan petugas keamanan setempat.

Pemerintah berencana membatasi pemakaian premium bersubsidi di wilayah Jabodetabek per 1 April 2012, dilanjutkan di Surabaya pada Juni, dan diharapkan seluruh Jawa-Bali tuntas pada akhir 2012.

Pemerintah menargetkan program pembatasan akan menghemat pemakaian premium sebesar 5,5 juta kiloliter pada 2012, sehingga sesuai dengan kuota APBN sebesar 37,5 juta kiloliter.



Pewarta:
Editor: Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2026