
Dua Ganda Putra Kandas di Malaysia Open

Berdasarkan laman "tournamensoftware", Kamis, pasangan Alvent Yulianto/Hendra Aprida Gunawan dan Angga Pratama/Ryan Agung Saputra tersingkir pada babak kedua.
Ganda senior yang menempati unggulan ketujuh (Alvent/Hendra) gagal mengatasi perlawanan ganda Jepang, Naoki Kawamae/Shoji Sato dan kalah dengan tiga set 21-9, 18-21, dan 15-21, dalam waktu 52 menit.
Akibat kekalahan itu, skor pertemuan meraka menjadi 1-2 untuk ganda Jepang mengingat pada dua kali pertemuan sebelumnya, mereka saling mengalahkan.
Pada kejuaraan bulu tangkis Jepang Open Superseries 2010, Alvent/Hendra menang dengan dua set 21-17 dan 21-16. Tetapi pada Australia Open Grand Prix Gold 2011 gantian pasangan Jepang menang dengan angka 14-21, 21-18, dan 21-12.
Ganda muda Indonesia, Angga Pratama/Ryan Agung Saputra, sempat memberikan perlawanan kepada unggulan ketiga dari China, Chai Biao/Guo Zhendong, dan akhirnya kalah dengan tiga set 16-21, 21-19, dan 13-21, dalam waktu 54 menit.
Ganda Indonesia yang menjadi runner up India Grand Prix Gold 2011 tersebut sempat merepotkan ganda China pada set pertama meskipun akhirnya kalah 16-21. Tetapi pada gim kedua justru Angga/Ryan selalu unggul dalam perolehan angka dan menang 19-21.
Pada set penentuan atau ketiga memang sempat terjadi kedudukan imbang 1-1, 3-3, 4-4, 5-5. Tetapi setelah itu, perolehan angka selalu tertinggal dari ganda China meskipun tidak terlalu jauh.
Setelah kedudukan 12-18 untuk pasangan China, akhirnya ganda Indonesia hanya menambah satu angka sedangkan pasangan China menyelesaikannya dengan angka 13-21.
Pada nomor ganda putri, pasangan Anneke Feinya Agustine/Nitya Krishinda akhirnya mengundurkan diri karena Nitya cedera punggung.
Akibat pengunduran diri itu, pasangan Malaysia, Vivian Kah Mun Hoo/Khe Wei Woon, berhak melangkah ke babak perempat final.
"Saya memutuskan mundur dan tidak mau memaksakan bertanding daripada makin parah dan penyembuhannya lama," kata Nitya seperti dikutip situs PBSI.
Nitya Krishinda mulai merasakan ada yang tidak beres di pinggangnya saat berhadapan dengan juara dunia junior 2011 berasal dari Korea, Lee So Hee/Shin Seung Chan, pada babak pertama kejuaraan berhadiah total 400 ribu dolar Amerika Serikat.
"Sebetulnya pada gim kedua, sakitnya sudah terasa namun saya bisa menahannya. Saya pikir tanggung karena kami sudah unggul, lain ceritanya kalau kami tertinggal jauh," katanya.
Pewarta: Hernawan Wahyudono
Editor:
Zaenal A.
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
