
Disdik Setop Penambahan SMA

"Sampai saat ini, persentase antara SMA dan SMK di Kota Semarang sudah mencapai 38:62. Sudah hampir mendekati target 30:70," kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang Bunyamin di Semarang, Kamis.
Ia mengakui, hingga saat ini memang ada pengajuan izin pendirian sekolah baru, namun bukan izin pendirian SMA, melainkan SMK, sekolah menengah pertama (SMP), sekolah dasar (SD), dan taman kanak-kanak (TK).
Pihaknya memang sedang menggencarkan pertumbuhan SMK swasta untuk mendukung program vokasi, namun bukan sekadar penambahan jumlah, melainkan diiringi peningkatan kualitas dan kompetensi.
"Daya serap lulusan SMK di Kota Semarang juga termasuk tinggi, rata-rata mencapai 80 persen untuk SMK negeri dan 60 persen SMK swasta. Karena itu, kami akan terus mendorong peningkatan kualitas," katanya.
Ditanya jumlah SMK di Kota Semarang, Bunyamin menyebutkan sampai dengan saat ini jumlah SMK swasta mencapai 72 unit dan SMK negeri 11 unit. Jumlah total SMA-SMK dan sederajat mencapai 183 unit.
Peningkatan kualitas pendidikan SMK, kata dia, memang dipengaruhi banyak faktor terutama kualitas SDM guru dan ketersediaan fasilitas alat yang memadai, mengingat harga peralatannya yang memang mahal.
Pihaknya tidak sekadar mendorong pertumbuhan jumlah SMK, namun disertai peningkatan kualitas dan kelengkapan alat-alat praktik yang memang menjadi aspek penting pendidikan SMK.
Ia menyebutkan, pada 2012 setidaknya ada penambahan 19 sekolah baru, terdiri atas lima SMK, tiga SMP, dua SD, dan delapan TK yang tersebar di berbagai wilayah serta rencananya pada 2012 sudah beroperasi.
Untuk lima SMK swasta baru yang rencananya beroperasi pada 2012, kata dia, yakni SMK Kesehatan Nurul Islam, SMK As Shodiqiyah, SMK Salomo, SMK Pelayaran Wira Samudra, dan SMK Bagimu Negeriku Semarang.
Selain melayani masyarakat Kota Semarang, ia mengatakan, sekolah-sekolah di daerah pinggiran biasanya juga melayani akses pendidikan warga daerah sekitar seperti Demak, Kendal, dan Ungaran.
"Karena itu, angka partisipasi kasar (APK) melebihi 100 persen, seperti APK SMA dan SMK yang mencapai 116,96 persen, APK SMP mencapai 111,85 persen, sedangkan APK SD sebesar 108,53 persen," kata Bunyamin.
Pewarta: Zuhdiar Laeis
Editor:
Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
