Logo Header Antaranews Jateng

Tiga Masalah Jelang Sentralisasi

Minggu, 8 Januari 2012 09:42 WIB
Image Print

Ketua Seksi Media dan Promosi KONI Jawa Tengah, Ade Oesman di Semarang, Sabtu, mengatakan tiga persoalan yang mengemuka tersebut adalah soal peralatan yang sudah aus, tempat latihan yang kurang ideal, serta "try out dan try in".

Pada Jumat (6/1), dirinya beserta Wakil Ketua Umum II (bidang pembinaan dan prestasi) KONI Jateng, Sukahar dan Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi KONI Jateng, Soedjioto meninjau beberpa cabang olahraga yaitu menembak, sepatu roda, gulat, karate, tenis meja, wushu, tinju, dan tarung dajat.

Saat melihat venue menembak di kompleks GOR Jatidiri Semarang, ternyata kondisinya sangat memprihatinkan karena untuk lapangan nomor small bore 50 meter ditumbuhi rumput dan ilalang.

Kemudian sembilan mesin ("target carier") yang ada kondisinya juga rusak dan hanya dua unit yang bisa digunakan, itupun harus diperbaiki terlebih dulu.

Pada lapangan 10 meter indoor untuk nomor senjata angin terlihat digenangi air d mana-mana karena bocor saat turun hujan.

"Kami berharap dua lapangan itu bisa diperbaiki karena dua nomor itu menjadi langganan medali emas bagi Jateng. Terus terang kamo pusing memikirkan hal itu karena tidak layak lagi untuk TC sentralisasi," kata Ketua Bidang Target Pengprov Perbakin Jateng, Rudy Dwi Tjahyanto.

Usai meninjau venue menembak dilanjutkan ke venue sepatu roda yang juga berada di kompleks GOR Jatidiri Semarang.

Kondisi venue sepatu roda ini juga memprihatinkan karena dua blok beton yang berada di tikungan anjlok dan ini selalu dikeluhkan para atlet saat menjalani latihan.

"Kondisi tikungan sangat membahayakan jika tidak diperbaiki mengingat saat berada di tikungan anak-anak tidak bisa konsentrasi. Mereka harus hati-hati agar tidak jatuh saat melewati tikungan," kata Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi Pengprov Perserosi Jateng, Sri Rahayuningsih.

Sri Rahayuningsih yang didampingi Sekum Agus Budianto dan atlet andalan Jateng Allan Chandra, Ajeng Anindya, Arif Rahman, dan Nizar Anindita juga mengeluhkan kondisi sirkuit yang banyak diselimuti lumut dan membuat licin sirkuit ini.

"Kami tidak nyaman jika harus menyalip dari sisi luar karena jika dipaksakan sangat licin dan risikonya jatuh besar. Ini membuat latihan kami tidak maksimal, kata peraih medali perak SEA Games XXVI/2011," kata Arif Rahman.

Sementara itu Ketua Harian Pengprov PTMSI Jawa Tengah, M Farchan minta menjelang PON XVIII mendatang pihaknya bisa melakukan "sparring partner" dengan atlet-atlet dari China.

"Kami menginginkan bisa 'try in' dengan mendatangkan petenis meja dari China karena ini lebih menguntungkan dibandingkan kita yang berlatih ke China," katanya.

Ketua Harian Pengprov Wushu Indonesia (WI) Jawa Tengah, Sudarsono mengatakan, dirinya sangat berharap atlet-atletnya bisa melakukan pertandingan uji coba karena akan menambah jam terbang dan mental bertanding anak-anak semakin kuat.

"Jika KONI Jateng membantu sepenuhnya, kami yakin dua medali emas untuk cabang olahraga wushu bisa tercapai," katanya.



Pewarta:
Editor: M Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2026