
Dinas Pertanian Kudus belum temukan hewan ternak berpenyakit

Kudus (ANTARA) - Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Kabupaten Kudus, Jawa Tengah dalam melakukan pengawasan hewan ternak menjelang Hari Raya Kurban belum menemukan adanya hewan ternak yang mengidap penyakit membahayakan.
"Kami sudah melakukan monitoring di sejumlah pasar hewan, pengepul serta kelompok peternak. Hingga kini belum menemukan adanya hewan ternak yang berpenyakit menular," kata Kabid Peternakan Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kudus Agus Setiawan di Kudus, Kamis.
Meski demikian, kata dia, pengawasan tetap dilakukan guna memastikan bahwa saat pelaksanaan hari Raya Idul Kurban tidak ada hewan ternak untuk hewan kurban yang mengidap penyakit.
Apalagi, imbuh dia, hewan ternak yang biasanya dijadikan kurban ada yang berasal dari sejumlah daerah di Jateng. Sedangkan sebelumnya terjadi kasus lumpy skin disease (LSD) atau penyakit kulit berbenjol maupun penyakit mulut dan kuku (PMK).
Ia memprediksi kebutuhan hewan kurban tahun ini akan mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya.
"Kami perkirakan kebutuhan hewan kurban bisa mencapai 2.000-an ekor, baik kerbau, sapi maupun kambing," ujarnya.
Sementara data populasi hewan ternak di Kudus untuk sapi mencapai 8.814 ekor dan kerbau 2.128 ekor. Sedangkan ternak kambing maupun domba mencapai 30.080 ekor.
Baca juga: Poktan ternak Cablaka di Banyumas "kebanjiran" pesanan hewan kurban
Pewarta: Akhmad Nazaruddin
Editor:
Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
