
Di Cilacap, Semen Indonesia Group kembangkan mikroalga

Cilacap (ANTARA) - PT Semen Indonesia (Persero) atau Semen Indonesia Group (SIG) melalui anak usahanya PT Solusi Bangun Indonesia Tbk Pabrik Cilacap bekerja sama dengan Universitas Gadjah Mada dan Matching Fund Dikti mengembangkan mikroalga di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.
Pencanangan kerja sama fase kedua program dekarbonisasi atau penyerapan karbondioksida (CO2) tersebut ditandai dengan penyerahan dan penaburan bibit mikroalga di rumah budi daya alga serta peletakan batu pertama pembangunan rumah alga yang ketiga di lingkungan PT Solusi Bangun Indonesia Tbk Pabrik Cilacap, Kelurahan Karangtalun, Kecamatan Cilacap Utara, Cilacap, Jateng, Kamis.
Dalam kesempatan tersebut, Direktur Center Of Excellence for Microalgae Biorefinery Pusat Studi Energi UGM Arief Budiman mengapresiasi terobosan yang dilakukan PT Solusi Bangun Indonesia Tbk Pabrik Cilacap.
"Ini merupakan terobosan yang sangat bagus oleh dunia industri khususnya industri semen seperti Solusi Bangun Indonesia, dengan memanfaatkan mikroalga untuk menyerap CO2 (karbondioksida) di lingkungan operasional perusahaan dan juga area publik," katanya.
Menurut dia, hal itu sesuai dengan kemampuan mikroalga untuk melakukan fotosintesis dengan CO2 dan menghasilkan oksigen, sehingga mikroalga menjadi salah satu penyumbang oksigen di dunia.
Sementara itu, General Manager PT Solusi Bangun Indonesia Tbk Pabrik Cilacap Istifaul Amin mengatakan pihaknya telah mengembangkan dan membudidayakan mikroalga sejak tahun 2021.
"Awalnya dengan kapasitas 15.000 liter di lahan infrastruktur atau rumah mikroalga seluas 180 meter persegi (12x15 meter) dan terus diduplikasi atau dikembangkan untuk tahap kedua di lahan seluas 252 meter persegi (14x18 meter)," katanya.
Menurut dia, pengembangan akan terus dilakukan dengan penyiapan lahan untuk tahap ketiga seluas 525 meter persegi (15x35 meter) dan diharapkan akan tercapai kapasitas hingga 100.000 liter.
Lebih lanjut, Istifaul mengatakan hadirnya pengembangan budi daya mikroalga merupakan langkah nyata dalam mengurangi emisi CO2 atau dekarbonasi, pemanasan global, dan efek rumah kaca.
"Hal ini sesuai dengan visi strategi sustainable development 2030 yang ditargetkan perusahaan dapat mengurangi emisi CO2 dari proses produksi sebesar 29 persen dibandingkan baseline di tahun 2010," katanya.
Selain bermanfaat untuk dekarbonisasi dan menjaga lingkungan, kata dia, nilai ekonomisnya mikroalga juga dapat menjadi salah satu alternatif pengembangan ekonomi masyarakat.
Mikroalga merupakan jasad renik yang termasuk tumbuhan bersel tunggal dan berkembang biak sangat cepat dengan daur hidup relatif pendek. Berdasarkan kandungan dan fungsinya, alga dapat digunakan sebagai bahan baku kosmetik.
Sementara dengan diversifikasi berdasarkan biomekanismenya, alga juga digunakan sebagai medicated cosmetic dan bahan sediaan herbal untuk farmasi.
Pewarta : Sumarwoto
Editor:
M Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2026
