Penyandang tunanetra dilatih operasikan komputer

id Penyandang tunanetra di Kudus, mendapat pelatihan komputer

Penyandang tunanetra dilatih operasikan komputer

Penyandang tunanetra tengah berlatih mengoperasikan komputer di ruang perpustakaan milik Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Kamis (24/9/2020). ANTARA/Akhmad Nazaruddin Lathif

Kudus (ANTARA) - Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, membuka kelas literasi tunanetra dengan memberikan pelatihan pengoperasian komputer sebagai upaya memberdayakan para tunanetra di Kudus.

"Kelas literasi tunanetra dengan keahlian mengoperasikan komputer kami buka sejak bulan Juli 2020. Akan tetapi di masa pandemi dibuka setiap sepekan sekali, yakni pada hari Kamis," kata Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Kudus Masyudi di Kudus, Kamis.

Selain itu, kata dia, jumlah pesertanya juga dibatasi agar tetap bisa menerapkan jaga jarak dengan orang lain, mengingat layanan membaca di perpustakaan juga belum dibuka lagi.

Menurut dia para tunanetra tidak boleh ketinggalan dengan teknologi modern, sehingga mereka perlu dibekali keahlian agar kemampuannya juga semakin bertambah.

Baca juga: ISI Surakarta bantu perajin kembangkan desain batik berbasis komputer

Komputer yang disediakan, katanya, sudah diprogram khusus untuk penyandang tunanetra.

Setiap tombol keyboardnya, kata dia, ketika ditekan akan terdengar suara, seperti menekan tombol "A", maka akan keluar suara A.

Ia juga menyiapkan dua pelatih untuk mendampingi para penyandang tunanetra berlatih mengoperasikan komputer.

Dery Zulfikri (24) warga Desa Getas Pejaten, Kecamatan Jati, Kudus, mengaku bersyukur bisa mengikuti pelatihan mengoperasikan komputer sehingga tidak tertinggal dengan teman-temannya yang normal.

Awalnya, dia mengaku, kesulitan karena baru pertama kali mengoperasikan komputer, namun setelah satu bulan berlatih, kini bisa mengetik hingga dua halaman.

"Saya hanya mengikuti suara yang keluar sebagai pengganti penglihatan saya," ujarnya. 
 
Pewarta :
Editor: Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar