Kasus positif COVID-19 per pekan naik 8,4 persen

id covid 19,satgas,wiku adisasmito

Kasus positif COVID-19 per pekan naik 8,4 persen

Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Prof. Wiku Adisasmito, dalam jumpa pers di Kantor Presiden, Selasa (15/9/2020). ANTARA/HO-Biro Pers Setpres/Rusman/am.

Jakarta (ANTARA) - Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 menunjukkan data perkembangan kasus positif COVID-19 per pekan secara nasional meningkat sebesar 8,4 persen.

"Jumlah kasus positif COVID-19 mengalami kenaikan 8,4 persen selama sepekan terakhir ini dimana 5 kenaikan kasus tertingginya yaitu Jawa Barat naik sebesar 594 orang, Banten naik 492 orang, Sulawesi Selatan naik 459 orang, Riau naik 311 orang, dan Papua naik 271 orang," kata Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito dalam konferensi pers virtual di Kantor Presiden Jakarta, Selasa.

Artinya, menurut Wiku, terjadi penambahan kasus dengan total selama sepekan lalu adalah 26.365 kasus.

Sedangkan 5 provinsi dengan laju peningkatan kasus tertinggi terjadi di DKI Jakarta yaitu 554 orang per 100 ribu penduduk, Kalimantan Selatan sebanyak 242 per 100 ribu penduduk, Gorontalo sebanyak 206 per 100 ribu penduduk, Kalimantan Timur 191 orang per 100 ribu penduduk dan Bali 184 orang per 100 ribu penduduk.

Jumlah kematian pun mengalami peningkatan.

"Secara nasional jumlah kematian mengalami kenaikan 18,9 persen dibandingkan dengan pekan sebelumnya dimana kenaikan kematian tertinggi yang pertama ada di Jawa Tengah yaitu naik 46 orang, DKI Jakarta 32 orang, Aceh 26 orang, Sumatera Utara 24 orang, dan Sumatera Barat 13 orang," ujar Wiku.

Sedangkan persentase kematian tertinggi adalah Jawa Timur (7,29 persen), Jawa Tengah (6,47 persen), Sumatera Selatan (6,04 persen), Nusa Tenggara Barat (5,91 persen) dan Bengkulu (5,85 persen).

"Cara untuk menurunkan persentase kematian selama 3 sampai 4 pekan berturut-turut harus dijaga agar tidak ada penambahan kasus kematian dan dengan cara meningkatkan pengujian serta penelusuran (tracing) maka 5 daerah ini dalam beberapa pekan ke depan seharusnya bisa menurunkan kasus kematiannya menjadi paling tidak sama dengan rata-rata nasional," ungkap Wiku.

Tingkat kematian secara nasional adalah 3,9 persen.

Secara nasional jumlah kesembuhan juga mengalami kenaikan yaitu 35,8 persen dibandingkan dengan pekan sebelumnya.

"Ini adalah kondisi yang baik dan persentasenya harus ditingkatkan terus. Kenaikan kesembuhan tertinggi dicapai oleh DKI Jakarta yaitu naik sebesar 1.540 pasien sembuh, Jawa Barat naik 1.093 orang sembuh, di Jawa Tengah naik 845 orang sembuh, di Aceh 730 orang sembuh, Kepulauan Riau 247 orang sembuh," ujar Wiku.

Sedangkan persentase kesembuhan tertinggi secara nasional adalah Maluku Utara (89,71 persen), Gorontalo (87,19 persen), Kalimantan Utara (86,09 persen), Kepulauan Bangka Belitung (84,89 persen) dan Kalimantan Selatan (83,51 persen).

"Kami mengapresiasi kepala daerah yang telah berhasil menurunkan kasus COVID-19 di wilayah yang dipimpinnya, walau janganlah berpuas diri, monitoring terhadap protokol kesehatan yang dilakukan oleh masyarakat betul betul harus dijaga, jangan sampai longgar atau kendor," tegas Wiku.

Hingga Selasa ini jumlah terkonfirmasi COVID-19 di Indonesia mencapai 252.923 orang dengan penambahan hari ini sebanyak 4.071 kasus. Terdapat 184.298 orang dinyatakan sembuh dan 9.837 orang meninggal dunia. Sedangkan jumlah pasien suspek mencapai 109.721 orang.

Kasus positif COVID-19 ini sudah menyebar di seluruh 34 provinsi di Indonesia dengan daerah terbanyak positif yaitu DKI Jakarta (64.554), Jawa Timur (41.417), Jawa Tengah (19.982), Jawa Barat (18.077), Sulawesi Selatan (14.524).

Baca juga: Pemerintah tak akan ubah definisi kematian karena COVID-19
Pewarta :
Editor: Achmad Zaenal M
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar