Cegah banjir, Ganjar minta pompa penyedot yang rusak segera diperbaiki

id ganjar sidak rumah pompa,Pompa banjir rusak, penanggulangan banjir semarang

Cegah banjir, Ganjar minta pompa penyedot yang rusak segera diperbaiki

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo memberikan keterangan kepada awak media setelah mengecek kondisi pompa di Rumah Pompa Sungai Tenggah, Kota Semarang, Kamis (2/1/2020). ANTARA/Wisnu Adhi

Semarang (ANTARA) - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta agar pompa penyedot air di Rumah Pompa Sungai Sringin yang rusak agar segera diperbaiki guna mengantisipasi terjadinya banjir di Kota Semarang dan sekitarnya.

Hal tersebut disampaikan Ganjar setelah mengetahui jika dua unit pompa penyedot tidak berfungsi saat mengecek Rumah Pompa Sungai Sringin, Semarang, Kamis.

Saat tiba di lokasi, Ganjar melihat dua dari tiga unit pompa penyedot air di Rumah Pompa Sungai Sringin rusak sehingga dirinya kemudian menanyakan penyebabnya kepada Kepala BBWS Pemali Juana Ruhban Ruzziyatno yang mendampingi.

Baca juga: Jabodetabek banjir, Kemensos: 21 orang meninggal

Berdasarkan keterangan Ruhban, kerusakan dua unit pompa penyedot air itu terjadi akibat tersumbat sampah.

"Saya minta secepatnya diperbaiki, petugas harus 'stand by', saya juga meminta masyarakat ikut membantu, mari bersihkan saluran air dan jangan buang sampah ke sungai. Itu hukumnya wajib," kata Ganjar.

Sebelumnya, Ganjar juga mengecek kondisi pompa di Rumah Pompa Sungai Tenggang, Kota Semarang, yang keenam unit pompa penyedot air berfungsi dengan baik.

"Alhamdulillah dari enam rumah pompa di Sungai Tenggang, semuanya sudah 'on', hanya dua pompa di Sungai Sringin ini yang harus diperbaiki. Saya minta secepatnya, jadi kalau nanti hujan lebat tiba, kita sudah siap," tegasnya.

Baca juga: Tanggul sungai di Jekulo Kudus jebol, jalan desa tergenang lumpur

Ganjar menjelaskan bahwa proyek penanggulangan banjir di Kota Semarang merupakan proyek antisipasi bencana yang direncanakan sudah lama sehingga dengan rampungnya proyek ini, maka beberapa bencana khususnya banjir di Ibukota Provinsi Jawa Tengah diharapkan dapat teratasi.

"Alatnya sudah canggih, tinggal kita berdoa agar curah hujan tidak terlalu tinggi. Masyarakat juga harus terlibat untuk menjaga fasilitas ini," katanya.

Di Jawa Tengah, lanjut Ganjar, sebenarnya potensi-potensi banjir sudah terdeteksi dan dilakukan antisipasi dimana proyek penanganan sudah dikerjakan, namun ada beberapa yang belum selesai digarap.

"Seperti di Pekalongan, kami sedang buatkan tanggul laut, tapi proyeknya belum selesai, jadi daerah Pekalongan siap-siap banjir kalau curah hujan tinggi," imbaunya.(LHP)

Baca juga: Bertahan di lantai 2, balita dan lansia di Cipondoh Tangerang butuh evakuasi
Pewarta :
Editor: Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar