Lippi mundur sebagai pelatih Timnas China

id Marcello Lippi,Timnas China,Suriah,kualifikasi Piala Dunia 2020

Lippi mundur sebagai pelatih Timnas China

Marcello Lippi (kanan). (REUTERS/SUHAIB SALEM)

Jakarta (ANTARA) - Media di China menyoroti pengunduran diri pelatih Marcello Lippi setelah Timnas China yang ditanganinya menyerah 1-2 kepada Timnas Suriah pada babak kualifikasi Piala Dunia 2022, Kamis (14/11).

Kegagalan Lippi pada periode keduanya menandakan banyaknya persoalan yang mendera sepak bola China, tulis  portal berita Ecns, Jumat.

Setelah pertandingan melawan Suriah, Lippi berujar, "sebuah tim seharusnya bekerja keras menjalankan taktik seorang pelatih."

Pernyataan ini mengindikasikan Timnas China tidak menjalankan instruksi pelatih berkebangsaan Italia itu.

Penampilan para pemain China sangat berbeda antara  timnas dan klub sehingga mengecewakan para penggemarnya.

Baca juga: China miliki sembilan pemain naturalisasi

Para pesepak bola China yang mendominasi kompetisi antarklub Liga Super China (CSL) seperti Guangzhou Evergrande yang dua kali menjadi juara Liga Champions Asia pada 2013 dan 2015 seakan loyo saat membela timnas.

Meskipun secara resmi gaji para pemain klub CSL tidak disebutkan, sudah bukan rahasia lagi para pemain klub-klub papan atas menerima gaji yang besar berkat kemurahan hati para pemilik klub dari kalangan pengusaha real estate.

CSL sepertinya memanjakan para pemain China yang kompetisinya sedikit namun bergaji tinggi.

Bermain pada kompetisi papan atas luar negeri menguntungkan para pemain China karena mereka erupaya menjaga penampilannya yang terus disorot dunia.

Wu Lei, pemain China yang memperkuat tim La Liga Spanyol RCD Espanyol dalam satu musim kompetisi, masuk pengecualian di atas. Namun dia hanya mencetak satu gol ke gawang Suriah.

Baca juga: Lippi anggap China sudah banyak berubah untuk Piala Dunia FIFA

Berbeda dengan masa kepelatihan Lippi sebelumnya, kini China lebih banyak menaturalisasi pemain, seperti pemain dari Brasil Ai Kesen yang sebelumnya dikenal dengan nama Elkson, dinaturalisasi karena produktivitasnya di CSL.

Seharusnya yang dinaturalisasi Elkson itu tidak hanya kewarganegaraannya melainkan juga keterampilan bermain bolanya, demikian komentar Global Times.

Elkson tidak mencetak gol sama sekali dalam dua kali pertandingan terakhir babak kualifikasi Piala Dunia.

Asosiasi Sepak Bola China (CFA) menyatakan harus membentuk kembali timnas setelah melakukan evaluasi. Namun CFA belum tahu apa yang harus dilakukan agar menjulangnya gaji para pemain sepak bola China sesuai dengan potensi pemain yang ada.

Baca juga: Nico Yennaris jadi pemain naturalisasi China pertama
Pewarta :
Editor: Antarajateng
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar