Dosen Undip ciptakan aplikasi "Kalender Rob"

id Aplikasi kalender rob

Dosen Undip ciptakan aplikasi "Kalender Rob"

Guru Besar Oseanografi Undip Semarang Denny Nugroho Sugianto menunjukkan aplikasi "Kalender Rob" karyanya di Semarang, Rabu. ANTARA/ I.C.Senjaya

Semarang (ANTARA) - Pengajar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Denny Nugroho Sugianto, menciptakan aplikasi "Kalender Rob" yang bisa diunduh melalui telepon pintar untuk membantu masyarakat pesisir utara Jawa Tengah dalam menyiapkan diri menghadapi banjir akibat limpasan air laut yang masuk ke darat tersebut.

"Aplikasi ini menjadi solusi efektif bagi masyarakat di area terpapar rob dalam menyiapkan mitigasi bencana," kata Denny di Semarang, Rabu.

Untuk sementara, kata dia, aplikasi yang bisa diunduh di Play Store tersebut baru bisa melayani informasi rob untuk wilayah Kota Semarang serta Kabupaten Demak dan Kendal.

Baca juga: Antisipasi rob, Pemkab Pekalongan tutup Sungai Mrican

Ke depan, kata dia, data dalam aplikasi tersebut akan dilengkapi sehingga bisa mencakup kawasan pesisir utara yang lebih luas.

"Pemerintah Daerah Pekalongan juga sudah menyampaikan agar aplikasi ini bisa digunakan hingga wilayah tersebut," katanya.

Menurut Guru Besar Oseanografi yang akan dikukuhkan pada 14 November 2019 tersebut, penelitian yang menghasilkan aplikasi Kalender Rob tersebut membutuhkan waktu sekitar dua tahun.

Dalam pembuatannya, ia melakukan penelitian langsung ke masyarakat pesisir yang terdampak rob.

Data yang digunakan dalam aplikasi tersebut, kata dia, berasal dari buku daftar pasang surut Kepulauan Indonesia yang diterbitkan oleh Pushidrosal TNI Angkatan Laut dan Badan Informasi Geospasial.

"Data itu dikombinasikan dengan data tentang tingkat penurunan muka tanah, kenaikan permukaan air laur serta topografi masing-masing wilayah," katanya.

Ia mengungkapkan Kalender Rob memberikan data dan informasi tinggi muka air laut serta durasi terjadinya rob di suatu wilayah.

Bahkan, menurut dia, aplikasi ini juga sudah memperkirakan kemungkinan terjadinya rob pada saat bulan purnama.

Denny menjamin akurasi informasi yang dihasilkan dari aplikasi yang terus diperbaharui datanya setiap tahun itu.

"Misalnya ada warga pesisir yang akan menggelar hajatan tiga bulan yang akan datang. Sudah bisa diketahui pada hari itu akan terjadi rob atau tidak, berapa ketinggiannya kalau terjadi rob," tambahnya.

Ia mengatakan aplikasi ini juga bisa dijadikan salah satu alternatif pemerintah dalam mengambil kebijakan pembangunan, khususnya infrastruktur, di kawasan pesisir.

Baca juga: Rob menjadi kendala pengembangan kawasan wisata pantai Pekalongan
Baca juga: Pemkab Pekalongan-BBWS Pemali-Juana bekerja sama antisipasi rob

Pewarta :
Editor: Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar