Sejumlah desa di Magelang hujan abu akibat letusan Merapi

id boyolali,merapi meletus

Sejumlah desa di Magelang hujan abu akibat letusan Merapi

Kondisi puncak Gunung Merapi saat mengeluarkan asap tebal ke arah atas terlihat dari Desa Jrakah Kecamatan Selo Kabupaten Boyolali, Senin petang. (ANTARA/Bambang Dwi Marwoto)

Terus kami pantau di lapangan dampaknya, termasuk hujan abu
Magelang (ANTARA) - Sejumlah desa di kawasan Gunung Merapi Kabupaten Magelang terjadi hujan abu tipis usai terjadi letusan awan panas dari gunung  berapi yang wilayahnya meliputi Provinsi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta itu, Senin sore hingga petang.

Meskipun terjadi hujan abu, aktivitas masyarakat di kawasan itu tetap berjalan dengan normal, antara lain mereka mengolah lahan pertanian sayuran masing-masing. 

"Sampai sekarang (sekitar pukul 18.10 WIB, red.) masih turun sampai sini hujan abunya," ucap warga Dusun Grogol, Desa Mangunsoko, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang, Sutar (50), di Magelang, Senin petang.

Dusun Grogol di kawasan Sungai Senowo yang aliran airnya berhulu di Merapi terletak sekitar 10 kilometer barat daya puncak gunung tersebut.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Magelang, Edy Susanto menyebutkan sejumlah kecamatan yang terjadi hujan abu, yakni Srumbung, Dukun, Salam, Sawangan, Muntilan, dan Mungkid.

Pihaknya terus memantau perkembangan situasi pascaletusan awan panas dari gunung tersebut. Pihaknya juga menurunkan personel di lapangan untuk memantau perkembangan situasi dan meningkatkan kesiapsiagaan.

"Terus kami pantau di lapangan dampaknya, termasuk hujan abu," kata dia kepada ANTARA.

Berdasarkan laporan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegempaan Geologi (BPPTKG) telah terjadi letusan awan panas Gunung Merapi pada pukul 16.31 WIB.

Awan panas terekam di seismogram dengan durasi 270 detik dan amplitudo 75 mm. Terpantau kolom setinggi kurang lebih 3.000 meter dari puncak. Angin bertiup ke arah barat daya.

Baca juga: Merapi berdentum, warga Boyolali panik

Ia menuturkan rekomendasi jarak bahaya tiga kilometer dari puncak Merapi. Di luar radius tersebut masyarakat dapat beraktivitas seperti biasa.

Masyarakat diimbau untuk mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik.

Ia menyebutkan sebaran abu vulkanik di Kecamatan Srumbung, antara lain di Desa Ngargosoko, Mranggen, dan Srumbung. Kemudian di Kecamatan Dukun di Desa Sumber, Ngargomulyo, Kalibening, Ngadipuro, dan Mangunsoko, Kecamatan Salam di Desa Sucen dan Jumoyo, Kecamatan Muntilan di Desa Tamanagung dan Muntilan, Kecamatan Mungkid di Desa Bojog dan Pabelan.

Atas kejadian letusan awan panas tersebut, BPBD Kabupaten Magelang juga membagikan masker kepada masyarakat yang terjadi hujan abu.

"Ada dua tim BPBD Kabupaten Magelang yang membagikan masker, masing-masing tim menggunakan mobil," katanya.

Selain membagikan masker, katanya, tim, BPBD juga mengimbau masyarakat agar tidak panik dan menjalankan aktivitas seperti biasa. 

Baca juga: Merapi kembali erupsi, warga Boyolali tetap tenang
Baca juga: Magelang siap tampung pengungsi Boyolali jika Merapi meletus

Baca juga: BPPTKG: Belum Ada Rumus Pasti Memperkirakan Merapi Meletus
Pewarta :
Editor: Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar