Pemprov-MUI Jateng beri sertifikat halal produk UMKM

id wagub jateng ,gus yasin

Pemprov-MUI Jateng beri sertifikat halal produk UMKM

Ilustrasi - Halal (ANTARANEWS/Ardika) (Antaranews.com) (Antaranews.com/)

Semarang (ANTARA) - Pemerintah provinsi bersama Majelis Ulama Indonesia bersinergi memberikan sertifikat halal untuk produk-produk dari pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), termasuk pelaku UMKM di lingkungan pondok pesantren.

"Dengan demikian produk yang mereka pasarkan dapat bersaing dan menggaet lebih banyak konsumen karena sudah bersertifikat halal," kata Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen di Semarang, Jumat.

Gus Yasin, sapaan akrab Wagub Jateng menjelaskan bahwa Pemprov Jateng juga mendorong pemerintah kabupaten/kota untuk memfasilitasi penerbitan izin produk pangan, industri, dan rumah tangga (PIRT) bagi para pelaku UMKM.

"Pemprov Jateng sudah memfasilitasi pelatihan-pelatihan berwirausaha. Izin PIRT ada di kabupaten/kota, maka silakan para kepala daerah bisa memfasilitasi, nanti sertifikat halal kami coba memfasilitasi agar bisa dijual di manapun dengan aman," ujarnya.

Putra ulama karismatik KH Maimoen Zubaer itu menyebutkan kebangkitan ekonomi pondok pesantren bukan hal yang mustahil untuk segera diwujudkan dengan mengembangkan kreativitas para santri secara maksimal, apalagi dukungan teknologi pada era industri 4.0 membuka lebar peluang pondok pesantren untuk berdikari secara ekonomi.

Baca juga: Medina Unggulkan Produk Halal Sasar Pasar Muslim

"Pondok pesantren kini dituntut jawab tantangan industri 4.0. Kita bersyukur karena dalam Islam perihal ekonomi sudah tidak asing, sebagaimana diajarkan Rasulullah Muhammad SAW, maka penting bagi santri untuk bisa melek IT agar dapat menjawab tantangan ekonomi ke depan," katanya.

Gus Yasin mencontohkan kreativitas santri yang berpotensi menjadi sumber pendapatan seperti keterampilan mendesain panggung itu merupakan peluang usaha tersendiri apabila santri mau bekerja sama membuka jasa dekorasi panggung.

Selain itu, para santri juga bisa memromosikan jasa tersebut melalui internet sehingga tidak perlu meninggalkan pondok pesantren.

Mantan anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah itu juga ingin toko-toko kelontong yang dikelola oleh pondok pesantren dapat naik kelas menjadi toko ritel.

"Dengan penataan produk yang apik dan pemasaran yang gencar melalui internet, saya optimistis produk unggulan pondok pesantren dapat semakin dinikmati masyarakat, bahkan dikenal dunia," ujarnya.

Baca juga: Pemerintah Wajib Penuhi Jaminan Produk Halal
Baca juga: Mampu tingkatkan wisatawan, Ganjar minta paket wisata halal dikemas lebih menarik

 
Pewarta :
Editor: Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar