Lomba tembak Kopassus ditarget lahirkan bibit-bibit baru

id Lomba tembak Kopassus ,harus muncul bibit bibit baru

Lomba tembak Kopassus ditarget lahirkan bibit-bibit baru

Seorang petembak putri saat beraksi pada nomor tembak reaksi IPSC 12 stage di lapangan Tembak Grup 2 Kopassus Kandangan Menjangan Surakarta, Sabtu. (Foto:Bambang Dwi Marwoto)

Solo (ANTARA) - Komandan Jenderal Kopassus Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa menyebutkan kegiatan lomba tembak terbuka IPSC Level III Piala Danjen Kopassus Cup Open Championship 2019 harus memunculkan bibit-bibit penembak baru untuk mendukung atlet nasional di skala internasional.

"Kami berharap lomba ini mampu muncul bibit-bibit penembak baru dari kompetisi," kata Danjen Kopassus usai membuka lomba Tembak di Lapangan Tembak Grup 2 Kopassus Kandang Menjangan Surakarta, Sabtu.

Danjen Kopassus mengatakan ternyata keunggulan sumber daya manusia tidak bisa disiapkan hanya sekedar latihan. Namun, keunggulan diperoleh harus dengan cara bersaing atau berkompetisi (adu nyali).

"Kami harus mempunyai atlet tembak yang tahan banting dan mental kuat dalam bertanding," kata Danjen.

Danjen mengatakan kegiatan lomba tembak Kopassus, selain ajang meraih prestasi juga silaturahim, baik TNI, Polri dan masyarakat terutama para penembak.

Kegiatan ini, kata Danjen, juga dalam rangka kemanunggalan TNI dengan rakyat. TNI tidak bisa berdiri sendiri dalam kegiatan apapun baik operasi militer perang maupun selain perang.

"Kami harus kompak mulai dari pemerintah daerah, TNI, Polri, tokoh masyarakat, pemuda, adat, akademisi termasuk dari media," katanya.

Jadi komunikasi itu, kata dia, harus konstruktif jangan saling menjatuhkan, menyalahkan, memfitnah. Jika ini terjadi, bangsa ini tidak akan maju.

"Jadi dibutuh komunikasi konstruktif termasuk pada lomba tembak ini, saling bersilaturahim. Lomba tembak ini, selain menyalurkan hobi, juga saling bersilaturahim," katanya.

Baca juga: 450 atlet tembak rebutkan Piala Danjen Kopassus

Danjen mengatakan kegiatan lomba tembak tersebut sebenarnya sama dengan bela negara mempersiapkan komponen-komponen cadangan. Jika di luar negeri ada wajib militer, di Indonesia tidak usah karena tentarannya masih kuat, tetapi juga perlu diperkuat dari atlet-atlet tembak yang ikut lomba ini.

Oleh karena itu, kegiatan lomba tembak seperti ini, terus disosialisasikan dan dikembangkan karena dibalik itu, juga kegiatan bela negara menyiapkan generasi muda untuk bisa jago menembak. Jika terjadi apa-apa dengan negara ini, mereka sudah siap angkat senjata tidak perlu latihan lagi.

Sebelumnya, 639 penembak mengikuti lomba berbagai nomor dalam kejuaraan tembak terbuka IPSC Level III merebutkan Piala Danjen Kopassus Cup Open Championship 2019 di Lapangan Tembak Grup 2 Kopassus Kandang Menjangan Surakarta.

Pada perlombaan tembak terbuka yang banyak diikuti penembak nasional tersebut dibuka langsung oleh Komandan Jenderal Kopassus Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa di Markas Grup 2 Kopassssus Kandangan Menjangan.

Menurut Danjen Kopassus Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa pada kejuaraan tembak terbuka IPSC Level III memperebutkan Piala Danjen Kopassus 2019 di Grup 2 Kopassus Kandang Menjangan ini, animo peserta luar biasa diikuti 639 penembak.

Menurut Danjen perlombaan menembak Piala Danjen Kopassus 2019 merupakan rangkaian HUT Ke-67 Kopassus pada April yang sempat tertunda. 

Baca juga: Ratusan penembak ikuti kejuaraan terbuka Danjen Kopassus
 
Pewarta :
Editor: Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar