19 proposal PKM Universitas Muria Kudus lolos pendanaan Dikti

id 19 proposal pkm, umk lolos, pendanaan, kemenristek dikti

19 proposal PKM Universitas Muria Kudus lolos pendanaan Dikti

Uranus (Ukiran Khas Menara Kudus) yang merupakan inovasi kerajinan pemanfaatan limbah kayu palet dari mahasiswa UMK untuk mengikuti program kreatifitas mahasiswa (PKM). (ANTARA/Dok.)

Kudus (ANTARA) - Sebanyak 19 proposal program kreativitas mahasiswa (PKM) yang diajukan Universitas Muria Kudus, Jawa Tengah ke Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi berhasil lolos seleksi.

Menurut Wakil Rektor III UMK Rochmad Winarso di Kudus, Jumat, 19 judul proposal PKM yang diperoleh UMK tergolong cukup banyak karena ada universitas yang lebih besar justru PKM yang diterima jumlahnya sedikit.

"Kami selama ini memang terus mendorong mahasiswa untuk mengikuti PKM," ujarnya.

Apalagi, lanjut dia, PKM bisa merangsang mahasiswa mengeluarkan ide-ide kreatifnya yang bisa diaplikasikan di masyarakat sehingga bisa memberikan manfaat positif kepada mahasiswa maupun masyarakat.

Ia mengungkapkan ada tujuh jenis PKM yang diikuti mahasiswa, di antaranya PKM Penelitian, terdiri atas Eksakta (PKM-PE) dan Sosial Humaniora (PKM-PSH) PKM-Kewirausahaan (PKM-K), PKM-Pengabdian kepada Masyarakat (PKM-M), PKM-Penerapan Teknologi (PKM-T), PKM-Karsa Cipta (PKM-KC), PKM-Gagasan Tertulis (PKM-GT), dan PKM-Artikel Ilmiah (PKM-AI).

Selain itu, kata dia, monitoring dan evaluasi internal juga dilakukan dengan mengunjungi lokasi kegiatan atau produksi, sehingga bisa memastikan PKM dijalankan dengan baik.

"Ketika dinilai baik oleh pihak penyelenggara, maka berpotensi lolos tingkat nasional. Jangan sampai sudah dinyatakan lolos PKM ternyata tidak dijalankan," ujarnya.

Dia juga ingin memastikan keberlangsungan PKM, terutama PKM Kewirausahaan, mulai dari bahan baku, pemasaran dan lainnya, karena PKM kewirausahaan bisa menjadi rintisan usaha.

Dari 19 PKM yang diterima, paling banyak PKM Kewirausahaan berjumlah 13 PKM dengan berbagai judul, di antaranya usaha pembuatan sepatu dari kain torso khas Jepara, lampu anyaman bambu, tas dari limbah sampah, tote bag dari kain perca batik Kudus, pemanfaatan bonggol pisang, hingga jasa layanan belajar untuk anak disleksia.

Selain itu, ada PKM Celengan Ampas Teh Batik Indonesia, Kap Lampu Limbah Kayu Khas Jepara, Ukiran Khas Menara Kudus (Uranus) Guna Meningkatkan Nilai Ekonomis Limbah Kayu Palet, PKMK Batik Umbrella Kudus Inovasi Payung sebagai Suvenir dan Pelestarian Batik Kudus dan We-Craft: Wood Furniture Craft Pemanfaatan Hasil Samping Kayu sebagai Suvenir Khas Jepara.

Salah satu PKM Kewirausahaan yang memanfaatkan limbah kayu dan wisata Kudus dan sekitarnya, yakni Ukiran Khas Menara Kudus (Uranus).

Usaha itu, merupakan inovasi kerajinan pemanfaatan limbah kayu palet yang proses pembuatannya secara modern yaitu menggunkan mesin dengan motif salah satu destinasi wisata realigi Kota Kudus.

Produk Uranus itu terdapat tiga variasi, yaitu dengan ukiran, yang diukir dengan detil ukiran seperti pada bentuk aslinya dan berbentuk timbul untuk menonjolkan keindahan menara itu. Selain itu. dilengkapi dengan pigura agar lebih menarik konsumen.

Untuk lampu tidur uranus tersebut bahan baku selain dari limbah kayu pallet juga menggunakan akrilik yang kemudian bahan baku akrilik tersebut diukir sesuai dengan desain yang diinginkan.

Untuk PKM Pengabdian Masyarakat ada dua PKM, yakni pelatihan pembuatan limbah plastik menjadi suvenir kepada para difabel serta pelatihan peningkatan keahlian pijat bagi tuna netra.

Untuk PKM-PE ada dua, yakni tasmipopanas sebagai media penjernih minyak jelantah dan Triptowash, formulasi obat kumur dari buah parijotho, sedangkan PKM-PSH yakni peran perempuan samin dalam menjaga lingkungan dan PKM KC, yakni T-Smart ++, tempat sampah pintar dilengkapi fitur pendeteksi lokasi berbasis internet of things.
 
Pewarta :
Editor: Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar