Mudik sambil nikmati panorama dan kuliner Batang-Semarang

id Bermudik di tol Batang, panorama dan kuliner

Mudik sambil nikmati panorama dan kuliner Batang-Semarang

Salah satuarea istirahat UMKM di 391A tol Batang-Semarang. Di tempat tersebut akan disajikan menu tradisional oleh para pelaku UMKM. (ANTARA/Kutnadi)

saya kecewa dengan pengelola 'rest area' jalan tol. Mereka tidak pernah koordinasi dalam penyelenggaraan layanan bagi pemudik saat arus mudik maupun balik
Pekalongan (ANTARA) - Mudik Lebaran 2019 tentunya akan terasa lebih berbeda dengan tahun sebelumnya setelah selesainya pembangunan Jalan Tol Batang-Semarang.

Bagi pemudik berkendara pada sore hari, merupakan kesempatan terbaik untuk menikmati panorama alam nan indah saat memasuki tol Batang menuju Semarang.

Desiran ombak air laut pantai Ujungnegoro, Kabupaten Batang, akan terlihat jelas dari jalur tol Batang-Semarang.

Demikian pula, rerimbunan tanaman pohon pinus dan jati yang tumbuh subur di sekitar kanan dan kiri jalan tol akan menambah kenyamanan saat berkendaraan.

Meskipun jalur bebas hambatan, keselamatan tetap menjadi hal yang utama sehingga pemudik harus tetap waspada. Apabila lelah, pemudik dapat beristirahat di tempat yang disediakan pengelola tol.

Sebanyak tiga pilihan tempat istirahat yang sudah disiapkan oleh Pemerintah Kabupaten Batang, seperti tempat istirahat atau rest area Candiareng, Subah, dan Gringsing.

Untuk alternatif pilihan lain tempat istirahat dan kuliner bagi pemudik yang akan berbuka puasa, bisa mengambil arah belok kiri pintu keluar tol Batang-Weleri.

Pemudik berkendara cukup menempuh jarak empat hingga lima kilometer dari pintu keluar tol Batang-Weleri. Pemudik akan menjumpai sejumlah warung makan yang sebagian besar menyajikan makanan ayam goreng dan minuman kelapa muda.


Rest Area 391 A

Namun, bagi pemudik yang tidak menyempatkan diri keluar dari pintu tol Batang-Weleri, bisa mampir ke area istirahat 391 A yang menyajikan sejumlah menu tradisional, seperti lodeh jantung pisang, batagor, sate bumbon, dan soto kwali. Menu yang disajikan memang cukup sederhana, namun makanan itu tidak kalah rasa dengan kuliner restoran.

Produk makanan di area istirahat 391 A yang berada sekitar 600 meter dari jembatan tol Weleri-Batang ini dibuat oleh para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

"Harga makanan lodeh jantung pisang dan minuman, serta krupuk tidak sampai menguras kantong. Cukup mengeluarkan uang Rp50 ribu, kami masih mendapat pengembalian," kata penggemar kuliner, Arif Suryoto.

Berlokasi strategis dan luas lahan parkir yang cukup luas, area istirahat 391 A kini menjadi salah satu tempat tujuan istirahat sekaligus tempat menikmati kuliner bagi pengendara tol.

Persiapan menyambut arus mudik Lebaran tahun ini memang tinggal dua pekan lagi. Singkatnya, waktu tersebut tentu harus dimanfaatkan oleh semua pihak untuk menyiapkan berbagai sarana dan prasarana mudik yang baik.

Salah satu contohnya, adalah upaya Pemerintah Kabupaten Batang untuk menyiapkan area istirahat yang lebih representatif dan nyaman.

Hanya saja, keseriusan pemkab untuk mempercepat pembangunan area istirahat di sepanjang tol Batang-Semarang masih ada hambatan, yaitu menyangkut soal koordinasi dengan pihak pengelola tol.

"Jujur, saya kecewa dengan pengelola 'rest area' jalan tol. Mereka tidak pernah koordinasi dalam penyelenggaraan layanan bagi pemudik saat arus mudik maupun balik," kata Bupati Batang Wihaji.

Keberadaan Pemkab Batang dalam memberikan pelayanan, khususnya kesehatan, sangat diperlukan bagi para pemudik karena nantinya ada ratusan ribu orang yang melintas di jalur tol.

Pemkab Batang akan mengundang pengelola jalan tol untuk duduk bersama dengan lintas sektoral guna membahas persiapan menyambut arus mudik dan balik Lebaran 2019.

Hal itu diperlukan agar pelayanan kepada pemudik bisa lebih optimal dan unsur kemanusiaannya juga tetap diperhatikan.

"Pada arus mudik tahun ini, pemerintah akan memberlakukan 'one way' atau satu arah mulai dari Jakarta hingga Brebes. Perkiraannya, nanti wilayah Batang akan menjadi titik lelah bagi para pemudik sehingga keberadaan posko kesehatan maupun 'rest area' sangatlah diperlukan," katanya.
 
Pewarta :
Editor: Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar