"Humanity Food Truck" sambangi kampung nelayan Semarang

id Humanity food truck, kampung nelayan

Sejumlah warga Kelurahan Tanjung Mas, Semarang Utara, menerima paket makanan siap santap dari Program Humanity Food Truck. (Foto: dokumentasi ACT)

Semarang (ANTARA) - Armada "Humanity Food Truck 2.0" dari Global Zakat Aksi Cepat Tanggap (ACT) menyambangi kampung nelayan di Kelurahan Tanjung Mas, Kecamatan Semarang Utara, Senin, untuk membagikan ribuan paket makanan siap santap.

Pembagian paket makanan kepada penerima manfaat zakat itu dihadiri Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi.

Ia juga berkesempatam menyapa ratusan warga penerima manfaat zakat.

Hendi, sapaan akrab Wali Kota Semarang, mengapresiasi ikhtiar dari Global Zakat ACT dalam memberikan pelayanan berupa pembagian paket makanan kepada warga.

"Hadirnya 'Humanity Food Truck' di tengah masyarakat ini merupakan inovasi yang kreatif dari ACT," katanya.

Hendi berharap jangkauan dari "Humanity Food Truck" semakin luas dalam memberikan pelayanan khususnya untuk masyarakat yang membutuhkan.

Kepala Wilayah ACT Jawa Tengah, Sri Suroto menyebutkan dipilihnya kampung yang mayoritas dihuni oleh nelayan di Kota Semarang ini karena tingkat kesejahteraan masyarakatnya masih rendah.

"Setelah tim kami terjun di Tanjung Mas, bahwa memang benar di sini sebagian besar masyarakatnya sebagai nelayan dengan kesejahteraan masih sangat minim," ujarnya.

Seperti diketahui, program "Humanity Food Truck" dirancang untuk menjadi solusi permasalahan pangan bagi penerima manfaat zakat, salah satunya fakir miskin.

Agar jangkauan kedepan bisa lebih merata dan bertambah luas, "Humanity Food Truck" kedepan akan berkeliling di berbagai wilayah di Provinsi Jawa Tengah secara reguler.

"Insya Allah, truk berjenis Hino 500, akan secara rutin berkeliling di berbagai wilayah kabupaten/kota di Jateng pada bulan Ramadhan mendatang," katanya.

Selain dapat memberikan manfaat terbaik di berbagai tempat, "Humanity Food Truck" mengusung sejumlah keunggulan karena di dalam truk yang disebut "dapur berjalan" ini mampu memasak hingga kapasitas 21 kilogram beras dalam sekali masak, terdapat pula dua kuali tekanan tinggi, dan satu kuali tekanan rendah.

"Teknologi yang memadai memungkinkan tim kami untuk memasak dalam jumlah banyak dengan waktu relatif singkat, seperti halnya 1.000 paket makanan yang kita bagikan untuk warga Tanjung Mas kali ini," sebut Suroto.
Pewarta :
Editor: Achmad Zaenal M
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar