BPPTKG: Merapi sering keluarkan lava pijar tetapi masih aman

id Merapi sering keluarkan lava pijat tetapi aman

BPPTKG: Merapi sering keluarkan lava pijar tetapi masih aman

Seorang Petugas memantau aktivitas Gunung Merapi di Pos Pengamatan Gunun Merapi, di Desa Jrakah, Kecamatan Selo, Boyolali, Rabu. (Foto: Bambang Dwi Marwoto)

Boyolali (ANTARA) - Gunung Merapi yang terletak di Provinsi Jawa Tengah dan D.I. Yogyakarta meski sering mengeluarkan lava pijar yang mengarah ke Kali Gendol, masyarakat di lereng tetap berkativitas seperti biasa dan merasa sejauh ini kondisinya masih aman.

"Luncuran lava pijar dari puncak Merapi sering terjadi, tetapi aktivitas vulkanik sejauh ini masih lemah sehingga masih aman," kata Kepala Seksi Gunung Merapi Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta, Agus Budi Santoso, di Pos Pengamatan Gunung Merapi, di Desa Jrakah, Selo, Boyolali, Rabu.

Agus menyatakan aktivitas Merapi sudah memasuki fase pembentukan awan panas guguran lava hingga sekarang masih berlangsung seperti itu, dengan instensitas yang rendah sehingga tidak membahayakan masyarakat di permukiman lereng Merapi.

"Masyarakat tetap beraktivitas seperti biasa di ladang. Mereka melihat aktivitas Merapi masih seperti biasa," katanya.

Menurut dia, guguran lava pijar dari puncak Gunung Merapi terjadi sejak 29 Januari 2019 hingga sekarang. Fase aktivitas eruptif ini terhitung cukup panjang karena sudah hampir 1 bulan ini.

Gunung Merapi hingga saat ini, kata Agus Budi, tidak sampai mengancam keselamatan warga di lereng, tetapi BPPTKG merekomendasikan jarak bahaya dalam radius 3 kilometer dari puncak.

Agus Budi mengatakan aktivitas Merapi sejauh ini masih tergolong lemah, terbukti dari data pemantauan yang masih minim. Jumlah material baru di
puncak Merapi saat ini diperkirakan sebanyak 461.000 meter kubik. Material keluar sebagian langsung meluncur menjadi awan panas sehingga menumpuk di bawah.

"Merapi selama aktivitasnya masih kecil, tidak masalah, dan kita cukup menikmati dari jarak aman," kata Agus Budi.

Kendati demikian, pihaknya mengimbau warga tetap waspada terhadap aktivitas Merapi dalam jarak aman. 

"Pihaknya juga tetap merekomendasikan jalur pendakian Merapi tetap ditutup untuk sementara. Masyarakat sekarang sudah tahu soal aktivitas Merapi," katanya.

Dia mengatakan kunjungannya ke Pos Pengamatan Gunung Merapi, di Desa Jrakah, Selo, Boyolali, untuk melakukan pemiliharaan alat pemantau Gunung Merapi agar tetap bisa bekerja dengan baik dan akurat. 
 
Pewarta :
Editor: Achmad Zaenal M
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar