
Dinkes Boyolali prioritaskan tiga program pokok

Boyolali (Antaranews Jateng) - Dinas Kesehatan Kabupaten Boyolali menyatakan pihaknya pada 2019 memprioritaskan tiga hal pokok yang menjadi program untuk meningkatkan kesehatan masyarakat.
Tiga hal pokok yang diprioritaskan tersebut program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM), penurunan angka kematian ibu dan anak, dan jaminan kesehatan, kata Kepala Dinkes Kabupaten Boyolali, Ratri S. Survivalina, disela acara sosialisasi program kesehatan 2019 di Boyolali, Rabu.
Pada acara sosialisasi program kesehatan yang dihadiri oleh para pemangku kepentingan dan penggiat dunia kesehatan tersebut diharapkan dapat tepat sasaran.
Menurut Ratri S. Survivalina ketiga prioritas tersebut karena Dinkes melayani semua urusan kesehatan di Kabupaten Boyolali, mulai dari bayi yang masih di dalam kandungan hingga dengan lansia yang perlu peningkatan pentingnya kesehatan.
"Kami berharap tiga hal prioritas yang menyasar ibu dan anak tepat sasaran," katanya.
Wakil Bupati Boyolali, M. Said Hidayat mengatakan pihaknya mengapresiasi langkah prioritas yang dilakukan oleh Dinkes Kabupaten Boyolali. Berbagai langkah itu, perlu dilakukan sebaik-baiknya, terlebih program penurunan angka kematian ibu dan anak melalui Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas).
"Bagaimana kesehatan di Boyolali ini, mampu tumbuh dan meningkat untuk mewujudkan satu komitmen bersama melalui Germas," kata M Said.
Menyinggung soal angka kematian ibu dan anak di Boyolali, M Said mengimbau para bidan mampu melaksanakan tugasnya dengan sebaik-baiknya demi kelangsungan generasi penerus yang akan menjalankan roda pembangunan selanjutnya.
“Perlu lahir generasi yang tangguh untuk kami persiapkan menjadi generasi menerus pembangunan di Kabupaten Boyolali," kata M Said.
Oleh karena itu, lanjut M Said, perhatian khusus terhadap kesehatan ibu yang mengandung dan akan melahirkan generasi berikutnya merupakan tugas penting bersama.
Wakil Bupati Boyolali M Said Hidayat juga menjadi narasumber dalam acara dialog kesehatan tersebut, bersama Direktur Kesehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan RI Imran Agus Nurali, serta Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah Yulianto Prabowo.
Pewarta: Bambang Dwi Marwoto
Editor:
Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
