Tsitsipas: "Ini semua rasanya seperti dongeng"

id petenis yunani stefanos

Tsitsipas: "Ini semua rasanya seperti dongeng"

Petenis Yunani Stefanos Tsitsipas menjatuhkan dirinya setelah berhasil mengalahkan petenis Spanyol Roberto Bautista Agut dalam perempat final Australia Terbuka, di Melbourne Park, Melbourne, Australia, Selasa (22/1/2019). Tsitsipas berhasil melaju ke semifinal setelah menang 7-5 4-6 6-4 7-6 (7-2). (ANTARA FOTO/Reuters-Adnan Abidi/hp.Lucy Nicholson)

Jakarta (Antaranews Jateng) - Petenis Yunani Stefanis Tsitsipas mengaku tantangan terbesar pertandingan perempat final menghadapi Roberto Bautista Agut adalah persiapannya, setelah sebelumnya ia menundukkan Roger Federer.

"Saya ingin katakan bahwa tantangan terbesar adalah persipaan untuk pertandingan ini," kata Tsitsipas mengenai melawan Bautista Agut kurang dari 48 jam setelah menundukkan Federer, di Melbourne Park, Selasa.

"Media sosial, media umum menggila setelah kemenangan itu. Ini mendapat perhatian masyarakat.

"Tantangan terbesar saya adalah tetap konsentrasi dan fokus. Saya sangat senang dengan cara bermain saya hari ini karena ini menunjukkan itu tidak terjadi secara kebetulan," katanya seperti dilansir laman Australia Terbuka.

Tsitsipas untuk pertamakalinya melangkah ke semifinal turnamen Grand Slam setelah mengalahkan Roberto Bautista Agut 7-5, 4-6, 6-4, 7-6.

Kemenangan tersebut terjadi setelah Tsitsipas memupus harapan bintang tenis asal Swiss Roger Federer untuk mencetak hatrik gelar Australia Terbuka.

Pada penampilan keduanya di babak utama Australia Terbuka ini, Tsitsipas yang berusia 20 tahun menjadi semifinalis grand slam termuda setelah Novak Djokovic pada AS Terbuka 2007.

"Ini semua rasanya seperti dongeng, hampir," kata Tsitsipas. "Saya hanya menjalani mimpi, menjalani apa yang saya sudah bekerja keras untuknya," katanya.

"Saya merasa sedikit emosional tetapi tidak terlalu...saya bekerja sungguh keras untuk sampai di sini. Pada awal tahun saya mengatakan target saya adalah semifinal Grand Slam. Ketika menjawab pertanyaan ini saya kira saya gila. Tapi tidak, ini nyata, dan ini baru saja terjadi," katanya.

Bautista Agut telah mengantungi kemenangan sembilan pertandingan beruntun, dengan juara di Doha menjelang pertandingan ini, tetapi perjalanannya menuju perempat final Grand Slam untuk pertamakalinya cukup sulit.

Setelah kemenangan lima set atas Andy Murray dan John Millman, ia menyisihkan unggulan 10 Karen Khachanov dalam tiga set sebelum kembali menang lima set, kali ini atas runner-up tahun lalu Marin Cilic.

Sementara Tsitsipas, juga tidak lebih mudah, membutuhkan empat set pada masing-masing dari empat pertandingan sebelumnya.

Bagi keduanya, ini menjadi perjalanan Australia Terbuka yang berat secara fisik dan emosi.

Selanjutnya, Tsitsipas akan menghadapi unggulan kedua Rafael Nadal atau petenis AS berusia 21 tahun Frances Tiafoe.

Baca juga: Tsitsipas melangkah ke semifinal Melbourne

 

Pewarta :
Editor: Antarajateng
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar