
Lapak Pasar Wunodri Semarang segera diundi

Semarang (Antaranews Jateng) - Dinas Perdagangan Kota Semarang segera melakukan pengundian lapak pedagang di Pasar Wonodri Semarang setelah pembangunan pasar itu dirampungkan.
"Pengundian (lapak, red.) nanti 17 Januari 2019. Ini sudah selesai, kan tinggal dibersihkan," kata Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang Fajar Purwoto di Semarang, Senin.
Pengundian lapak pedagang di Pasar Wonodri sudah dijadwalkan pada Kamis (17/1) mendatang dengan total 884 kios maupun los untuk pedagang.
Perinciannya, kata dia, 200 kios atau los di lantai pertama, lantai dua ada 301 kios/los, dan lantai tiga ada 283 los/kios.
Menurut dia, pedagang yang selama ini menempati lapak darurat di Jalan Wonodri Baru Raya harus segera masuk ke dalam pasar setelah mendapatkan lapak.
"Seluruh pedagang Pasar Wonodri wajib masuk ke dalam pasar. Kan tanggal 17 Januari 2019 kami undi, kemudian 25 Januari 2019 dilakukan syukuran dulu sebelum pindah," katanya.
Diakuinya, keberadaan lapak darurat pedagang Pasar Wonodri memang cukup menghambat akses lalu lintas sehingga dalam waktu dekat juga akan dibongkar.
"Ya, nanti 26-28 Januari mendatang sudah kami jadwalkan untuk pembongkaran lapak sementara. Pasar Wonodri sudah dibangun dengan anggaran Rp17,5 miliar, harus dimaksimalkan oleh pedagang," kata Fajar.
Pembangunan Pasar Wonodri Semarang yang ditargetkan rampung akhir 2018 sempat molor karena baru tercapai 85 persen hingga target waktu pelaksanaan.
Dari hasil konsultasi dengan Tim Pengawal dan Pengaman Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D), kontraktor pelaksana pembangunan Pasar Wonodri diberikan perpanjangan waktu 25 hari dengan denda.
Kontraktor pelaksana pembangunan Pasar Wonodri Semarang diberikan perpanjangan waktu hingga 20 Januari 2019, namun sekarang ini sudah merampungkan 100 persen.
"Secara formal, batas waktu pengerjaan sampai 20 Januari 2019. Tetapi, hari ini kami lihat sudah 100 persen," kata Fajar.
Pewarta: Zuhdiar Laeis
Editor:
Heru Suyitno
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
