Tol Trans Jawa bakal pacu pertumbuhan kawasan

id jalan tol trans jawa

Tol Trans Jawa bakal pacu pertumbuhan kawasan

Kendaraan pemudik melintas di jalan tol fungsional Pejagan-Pemalang, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Selasa (19/6). H+4 diperkirakan merupakan puncak arus balik tahap pertama di jalan tol Trans Jawa dan Jalur Pantura. ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah/tom/18.

Semarang (Antaranews Jateng) - Presiden Republik Indonesia Joko Widodo mempunyai tekad kuat berupa terhubungnya jalur transportasi antarprovinsi di Pulau Jawa untuk memangkas biaya logistik dan meningkatkan perekonomian masyarakat.

Rencananya infrastruktur berupa jalan tol yang menghubungkan beberapa provinsi di Pulau Jawa tersebut akan dioperasikan pada akhir 2018.

 Nantinya jalan tol Trans Jawa akan memiliki panjang sekitar 800 kilometer yang membentang dari Merak hingga Banyuwangi, namun pemerintah baru memastikan Merak-Probolinggo bisa rampung pada tahun ini.

Pembangunan jalan tol Trans Jawa tidak hanya menghubungkan satu wilayah dengan wilayah lainnya, melainkan titik-titik perekonomian baru juga terus bermunculan sebagai respons atas pembangunan tersebut.

 Dengan adanya jalan tol Trans Jawa ini diharapkan keadilan sosial dan pemerataan akan makin nyata di seluruh wilayah karena distribusi barang dan jasa juga makin lancar.

Menteri Badan Usaha Milik Negara Rini Soemarno bahkan melakukan Ekspedisi Tembus Tol Trans Jawa guna mengecek langsung progres pembangunan proyek strategis nasional yang telah dinantikan sejak puluhan tahun terakhir.

Saat mendampingi Presiden Jokowi meresmikan Jalan tol Pejagan-Pemalang seksi III dan IV di Tegal, Jawa Tengah pada 9 November 2018, Menteri Rini menyakini terkoneksinya jalan tol Trans Jawa akan dampak positif terhadap perekonomian.

Selain biaya logistik yang lebih murah karena akses transportasi yang lebih cepat dan efisien, jalan tol Trans Jawa juga membuka lapangan kerja serta menggerakkan kegiatan perekonomian di daerah yang dilalui proyek Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Kementerian BUMN, dan Kementerian Perhubungan.

"Dengan adanya jalan tol, lokasi-lokasi dekat pintu keluar masuk jalan tol pun tentu akan berkembang cepat sebagai kawasan bisnis, baik industri perdagangan, jasa keuangan dan perbankan, dan sebagainya. Tol Trans Jawa juga akan meningkatkan pertumbuhan kawasan properti," ujar dia.

Peran Pemda
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta para pemangku kepentingan di daerah-daerah yang terdampak pembangunan jalan tol Trans Jawa agar memperkenalkan potensi lokal agar tidak aekadar menjadi perlintasan.
 
Menurut dia, daerah-daerah terdampak bakal terangkat pertumbuhan perekonomiannya karena akan semakin diminati investor maupun wisatawan.

"Maka bupati harus nyiapin, ini daerah-daerah yang seksi untuk pertumbuhan. Batang dan Kendal ini jadi dua kabupaten yang diincar untuk pertumbuhan," katanya.

Politikus PDI Perjuangan itu juga mengusulkan agar tempat istirahat atau rest area di beberapa titik jalan tol pada jalur tol Trans Jawa bisa menjadi tempat untuk berjualan produk-produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebagai bentuk dukungan terhadap ekonomi kerakyatan.

 Diakui jika pembangunan jalan tol secara masif di Provinsi Jawa Tengah berdampak menurunnya omzet pedagang oleh-oleh maupun cenderamata di sejumlah titik.

Para pedagang batik dan telur asin di sepanjang jalur pantai utara bahkan mengeluh omzetnya menurun akibat pembangunan jalan tol Pemalang-Semarang.

"Kalau para pedagang diizinkan berjualan di 'rest area' jalan tol dengan harga sewa yang tidak terlalu mahal, diharapkan akan menaikkan omzet masing-masing," ujarnya.

Menurut Ganjar, pemerintah daerah harus menerbitkan regulasi yang mengatur alokasi "rest area" jalan tol untuk para pedagang berskala kecil atau biaya sewa kios tidak memberatkan para pedagang.

Terkait dengan usulannya tersebut, Ganjar mengaku sudah menyampaikan secara lisan kepada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat untuk mendukung ekonomi kerakyatan, khususnya para pelaku UMKM.

Selain mengusulkan agar "rest area" jalan tol diisi oleh pelaku UMKM di berbagai bidang, mantan anggota DPR RI itu mendorong lahirnya kewirausahaan sosial dengan mengedepankan aspek alam dan sosial, guna menunjukkan kekayaan Jateng, baik itu berupa kerajinan, kuliner, kesenian maupun alam.

 Ganjar berpendapat bahwa pembangunan "rest area" di jalan tol tidak harus selalu berorientasi keuntungan karena selain menjadi tempat istirahat bagi pengguna jalan tol, "rest area" juga tidak menutup kemungkinan akan menjadi destinasi baru yang benar-benar sebagai gambaran Jawa Tengah yang diusung dengan desain modern.
 
Terkait dengan dorongan lahirnya kewirausahaan sosial yang digagas dari Gubernur Ganjar, Astra Property bahkan berencana membangun "rest area" yang diberi nama Pendopo 49 dan diharapkan akan menjadi andalan.

"Rest area" yang diklaim terindah di Indonesia itu akan dibangun oleh Astra Property di KM 49 ruas jalan tol Semarang-Solo dan didesain sebagai etalasenya Jawa Tengah.
 
Pendopo 49 antara lain akan dilengkapi berbagai fasilitas penunjang serta pemandangan yang indah, termasuk beragam kuliner, dan kerajinan khas Jawa Tengah dengan desain yang futuristik.

Bahkan di "rest area" itu bakal dibangun pula panggung terbuka untuk pertunjukan kesenian.

 Sementara itu, Bupati Kendal Mirna Annisa mengatakan sudah jauh-jauh hari jajarannya menyambut pembangunan jalan tol Trans Jawa, terutama ruas Semarang-Batang.
 
Persiapan yang dilakukan mulai dari membangun infrastruktur penunjang, pembenahan kelola UMKM sampai peningkatan sumber daya manusia.

"Berbagai pelatihan UMKM terus kami lakukan agar produknya semakin 'marketable' dan hampir setiap kecamatan memiliki produk unggulan, Weleri misalnya ada UMKM kerupuk bandeng, Pegandon gula aren dan gula semut," kata Bupati Mirna.

Kepada warganya, Mirna terus mengkampanyekan agar terus menyesuaikan terhadap perkembangan pembangunan agar daya saingnya terus meningkat, namun tetap mempertahankan identitas Kendal sebagai wilayah santri dan seni.

Bahkan, kata Mirna, dalam menjalankan UMKM warga Kendal tetap menerapkan pegangan hidup santri dan seniman yang mengedepankan gotong royong.

Ada semacam subsidi silang, misal kecamatan A penghasil telur, kecamatan B penghasil beras, dua wilayah itu akan saling melakukan kemitraan, itu dilakukan di semua kecamatan dan sudah ada aturannya.
 
"Jadi tidak ada alasan bagi kami untuk khawatir dengan idiom pembangunan tol akan mematikan usaha rakyat, bagi kami itu tidak tepat," ujarnya.
Pewarta :
Editor: Achmad Zaenal M
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar