TPID waspadai kenaikan harga sembako

id TPID Pekalongan

TPID waspadai kenaikan harga sembako

Rapat Koordinasi Wilayah Tim Pengendaliana Inflasi Daerah (TPID) se-eks Keresidenan Pekalongan, Rabu (14/11). (Foto: Kutnadi)

nantinya akan ada tambahan sekitar 260 tabung setiap hari oleh Pertamina pada Desember 2018
Pekalongan (Antaranews Jateng) - Tim Pengendali Inflasi Daerah Kota Pekalongan mewaspadai kenaikan harga sembako menjelang perayaan Natal 2018 dan Tahun Baru 2019.  
     
Ketua TPID Kota Pekalongan Betty Dahfia Dahlan di Pekalongan, Rabu, mengatakan harga komoditas, seperti beras dan cabai diperkirakan mengalami kenaikan saat Natal 2018 dan menjelang Tahun Baru 2019.
     
Berdasarkan pantauan harga oleh Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UKM, komoditas itu penyumbang inflasi terbesar pada November 2018.
     
Menurut dia, beras premium merupakan komoditas utama yang perlu diantisipasi mulai dari sekarang agar harganya tetap stabil menjelang Natal 2018.
     
"Kami terus memantau perkembangan harga di pasaran menjelang hari libur Natal dan Tahun Baru. Kami berharap harga sembako tetap stabil," katanya.
     
Selain memantau harga beras dan cabai, Tim TPID juga akan menambah pasokan elpiji bersubsidi dua persen dari jumlah kuota sebelumnya sebanyak 13 ribu tabung.
     
"Pada hari sebelumnya, kuota elpiji berisi tiga kilogram adalah 13 ribu tabung sehingga dengan tambahan dua persen maka nantinya akan ada tambahan sekitar 260 tabung setiap hari oleh Pertamina pada Desember 2018," katanya.  
     
Kepala Kantor Perwakilan Wilayah Bank Indonesia (BI) Tegal Joni Marsius mengatakan komoditas penyumbang inflasi terbesar di pantura bagian barat adalah cabai dan bawang merah.
     
"Sebagai langkah antisipasi menghadapi perayaan Natal dan Tahun Baru 2019 maka Tim TPID akan terus melakukan koordinasi dalam mengendalikan dan memantau inflasi agar pasokan dan harganya tetap terjaga," katanya.


 
Pewarta :
Editor: Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar