Sempat redup bertahun-tahun, bisnis ikan louhan menggeliat lagi

id bisnis ikan louhan,di kudus, mulai bergeliat

Sempat redup bertahun-tahun, bisnis ikan louhan menggeliat lagi

Seorang penjual menunjukkan ikan louhan. (Foto: Akhmad Nazaruddin Lathif)

Kudus (Antaranews Jateng) - Pembudi daya ikan louhan di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, kini mulai bermunculan menyusul kembali menggeliatnya bisnis ikan hias berkepala nonong setelah sempat meredup selama bertahun-tahun.

Ikan louhan yang pernah booming pada 2000-an, menurut Zakki Mubarak, salah seorang penjual ikan louhan di Kudus, Kamis, mulai diminati kembali para pehobi.

Zaki sendiri menggeluti bisnis ini sejak 2009. Awalnya, dalam menjual ikan louhan memang tidak banyak, kemudian sekarang berkembang menjadi besar dengan menyediakan berbagai ikan louhan menyusul banyaknya permintaan. Di antaranya, terdapat jenis kamva, cencu, sub red dragon (SRD), dan sub red monkey (SRM). 

Harga jualnya, kata Zakki, juga beragam sesuai jenis, ukuran, serta keindahan warna pada tubuh ikan.

Untuk jenis louhan tertentu, kata dia, memang harganya sangat mahal, seperti jenis kamva harga jualnya antara Rp5 juta hingga Rp7 juta sesuai komposisi warna yang bisa ditampilkan.

"Ketika mutiara yang terdapat pada nonong ikan lengkap harganya bisa mahal," ujarnya.

Meskipun penjualannya masih belum sebaik era tahun 2000-an, katanya, kehadiran media sosial Facebook memang turut membantu penjualannya karena tanpa harus mengeluarkan biaya besar sudah mempromosikan ikan yang hendak dijual.

Usaha lainnya, yakni dengan mengikuti berbagai pameran di berbagai kota untuk mengenalkan kembalinya ikan louhan di pasaran serta usaha budi daya miliknya.

Saat ini, lanjut dia, tidak hanya sekadar budi daya pembesaran, bahkan sudah ada yang bisa melakukan pembiakan sendiri.

Christa, penjual ikan louhan lainnya mengakui bahwa bisnis ikan louhan memang mulai bergeliat. Dengan adanya pameran ikan louhan, katanya, turut mempromosikan serta memberikan edukasi kepada masyarakat untuk mendongkrak harga jualnya.

Terkait penjualan, kata dia, memang masih mengandalkan komunitas karena ada lelang ikan dengan jenis tertentu.

Selain itu, penjualannya juga bisa melalui media sosial facebook tanpa harus mengeluarkan biaya.

Ia mengakui kembali menggeluti usaha ikan louhan belum lama, menyusul mulai bergeliatnya bisnis budi daya ikan louhan.

"Pecinta ikan louhan juga mulai bermunculan sehingga mendorong para pembudidaya ikan hias tersebut kembali termotivasi untuk menekuni usaha tersebut," ujarnya.

Adanya kontes ikan louhan, katanya, turut mendongkrak bisnis jual beli ikan louhan semakin berkembang. 
Pewarta :
Editor: Achmad Zaenal M
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar