Logo Header Antaranews Jateng

MUI Surakarta minta semua pihak menahan diri

Kamis, 25 Oktober 2018 19:58 WIB
Image Print
Ketua MUI Surakarta K.H. Subari memberikan tanggapan soal aksi pembakaran bendera yang berdampak demo protes di Kota Solo. (Foto: Bambang Dwi Marwoto)

Solo (Antaranews Jateng) - Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Surakarta Kiai Haji Subari meminta semua pihak di daerah tersebut menahan diri terkait dengan aksi oknum anggota Banser Garut, Jawa Barat yang membakar bendera bertuliskan kalimat tentang tauhid.

"Kami minta semua pihak bisa menahan diri karena jika sampai berbenturan yang rugi kita sendiri, bukan hanya umat Islam saja, tetapi juga masyarakat lainnya," kata dia di Solo, Kamis.

MUI Surakarta menyatakan penanganan secara hukum atas aksi tersebut hukum diserahkan kepada pihak kepolisian, namun oknum pelaku harus menyadari, mengakui kesalahan, dan meminta maaf kepada umat Islam.

Menurut Subari, bagaimana pun yang dilakukan oleh oknum anggota Banser tersebut sebagai kesalahan. Video atau gambar tentang aksi tersebut sudah tersebar melalui media sosial hingga luar negeri.

Namun, masyarakat sesuai tayangan di gambar tidak ada komentar apa-apa dan tidak mengetahui yang dibakar tersebut bendera apa.

Sepanjang penglihatannya, bendera itu tidak ada tulisan HTI atau organisasi lainnya. Tetapi.mereka sudah menyakit hati umat Islam.

Oleh karena itu, kata dia, mereka harus mengakui dan meminta maaf kepada umat Islam meski tidak disengaja melecehkan karena adanya kalimat tauhid.

"Semua pihak agar mengendalikan diri dan tidak mudah terprovokasi. Jika sampai terprovokasi yang senang adalah pihak yang melakukan provokasi," katanya.

Selain itu, pihaknya meminta pelaku aksi pembakaran dengan segala kerendahan hati meminta maaf. Mereka harus menyadari itu dan meminta maaf agar bisa suasana menjadi kondusif.

"Proses hukum tetap dijalankan, masyarakat untuk mempercayakan kepada aparat keamanan yang berwewenang. Kita harus menyadari tetap menjaga keutuhan NKRI," katanya.



Pewarta:
Editor: M Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2026