Tol Semarang-Demak Segera Dilelangkan

id jalan tol

Tol Semarang-Demak Segera Dilelangkan

Ilustrasi. Foto udara Jalan Tol Batang-Semarang yang masih dalam pembangunan, di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Kamis (18-10-2018). ANTARA FOTO/Harviyan Perdana Putra/tom.

     Semarang (Antaranews Jateng) - Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menyebutkan proyek jalur tol yang menghubungkan Semarang-Demak segera dilelangkan pada tahun ini.

     "Untuk prosesnya sendiri, Tol Semarang-Demak pada bulan-bulan ini segera dilelangkan," kata politikus PDI Perjuangan yang akrab disapa Hendi tersebut di Semarang, Senin.

     Hendi mengungkapkannya saat mengisi "International Conference on Indonesian Social & Political Enquiries (ICISPE)" yang diselenggarakan oleh FISIP Universitas Diponegoro Semarang.

     "Saya menyaksikan sendiri dari Kementerian PUPR sudah menyerahkan sebuah draft kepada pemrakarsa pembangunan jalan tol untuk dilakukan tahun ini," tambahnya.

     Dijelaskannya, jalur tol tersebut dibangun di atas laut sehingga sekaligus berfungsi sebagai tanggul laut untuk penanggulangan banjir dan rob di kawasan pesisir Pantura.

     Pembangunan jalur tol Semarang-Demak, kata dia, merupakan bagian dari upaya pembangunan infrastruktur yang mendesak dan berkelanjutan, khususnya bagi Semarang.

     "Bagi Semarang, keberadaan jalur tol ini juga berfungsi sebagai tanggul laut yang menjadi bagian upaya penanganan banjir di wilayah timur Semarang," katanya.

     Menurut dia, potensi, tantangan, dan kekuatan harus dipahami dalam mewujudkan Semarang sebagai kota berkelanjutan yang ramah dan mampu mengakomodasi kebutuhan seluruh warganya.

     Dari 17 standar indikator terkait  Sustainable Development Goals (SDGs), diakuinya, ada satu kendala yang dihadapi sebagaimana kota besar lain, yakni gas buang atau polusi udara.

     "Meski (di Semarang, red.) belum separah kota-kota lainnya, persoalan polusi perlu direm agar tidak semakin parah," kata orang nomor satu di Kota Semarang itu.

     Berbagai upaya terus dilakukan, kata dia, di antaranya memaksimalkan fasilitas transportasi umum dengan Bus Rapid Transit (BRT) Trans Semarang yang sudah ada.

     "Kemudian, rencana pembangunan moda transportasi LRT (lintas rel terpadu) yang tahap awal menghubungkan Bandara Ahmad Yani dengan Pasar Bulu Semarang," katanya.

     Selain itu, Hendi mengatakan bahwa pihaknya sudah bekerja sama dengan Pemerintah Kota Toyama, Jepang, untuk penggantian bahan bakar BRT Trans Semarang dari solar ke gas.
Pewarta :
Editor: D.Dj. Kliwantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar