Ekosdance Compeny menari di SCFD

id indonesia menari,solo car free day,scfd

Ekosdance Compeny menari di SCFD

Puluhan penari tampil menjelang Indonesia Menari 2018 di Solo Car Free Day di Jalan Slamet Riyadi Solo, Minggu. (Foto:Bambang Dwi Marwoto)

Solo (Antaranews Jateng) - Puluhan orang penari dari Ekosdance Compeny tampil energik dengan konsep musik hip hop ikut memeriahkan kegiatan Solo Car Free Day (SCFD) menjelang Indonesia Menari 2018 di Jalan Slamet Riyadi Solo, Minggu pagi.
     
Kegiatan pre-event Indonesia Menari 2018 yang menampilkan penari-penari muda tersebut membuat masyarakat yang hadir di SCFD menunjukan antusias menyaksikan para penari yang tampil energik dengan koreografi memadukan antara tarian tradisional dengan modern. 
     
Menurut Adi Pardianto selaku perwakilan Bakti Budaya Djarum Founation sukses penggelar Indonesia Menari 2017, pihaknya kini kembali hadir Indonesia Menari 2018 yang akan digelar empat kota secara serentak yakni di Mall The Park Solo, Grand Indonesia Jakarta, Paskal Bandung, dan Taman Indonesia Kaya Semarang, pada 11 November mendatang.
     
"Kegiatan ini, dengan tujuan agar masyarakat tertarik untuk menari. Menari itu, bisa dilakukan oleh siapa saja, tidak harus yang profesional. Kami mengajak masyarakat untuk menggerakan badan menari, dan bisa sehat dengan menari," kata Adi Pardianto.
   
Menurut Adi Pardianto kegiatan Indonesia Menari 2018 sekaligus melestarikan tari tradisional Indonesia tentunya dengan dikemas lebih modern sehingga anak-anak zaman sekarang lebih semangat ikut menari.
     
Dia mengatakan kegiatan rutin dilakukan serempat setiap tahun  sejak 2012 hingga sekarang, menargetkan diikuti sebanyak 4.500 penari dari empat kota  di Indonesia tersebut. Para peserta baik perorangan maupun berbagai komunitas generasi muda, sanggar tari, komunitas pencinta tari, sekolah dan universitas akan bersama sama menari serta menunjukan kemampuan mereka untuk merebutkan total hadian Rp300 juta.
     
"Kegaiatan Indonesia Menari 2018 juga dilombakan sehingga peserta berlomba-lomba untuk merebutkan hadir total ratusan juta rupiah itu, dau Bakti Budaya Djarum Foundation," katanya.
     
Direktur Program Bakti Budaya Djarum Foundation Renitasari Andrian mengatakan setelah digelar tiga kota tahun lalu, kini ada permintaan dari para pencinta seni untuk menyelenggarakan juga di Taman Indonesia Kaya Semarang, sehingga tahun ini, bertambah satu menjadi empat kota.
     
"Kami berharap Indonesia Menarai 2018 makin banyak menginspirasi masyarakat, khususnya generasi muda untuk mencintai ragam musik dan tarian daerah," kata Renitasari Andrian.        
     
Pendaftaran Indonesia Menari 2018 yang telah dibuka di "website www.indonesiakaya.com" mulai 25 September hingga 26 Oktober atau hingga target terpenuhi. Khusus Solo ditargetkan jumlah peserta mencapai 1.000 penari. Pendaftaran gratis tanpa dipungut biaya dan dibuka untuk umum baik bagi para peserta perorangam maupun komunitas. Untuk pendaftara komunitas minimal membawa lima orang peserta dan maksimal tujuh orang.
     
Indonesia Menari 2018 dilangsungkan dengan bentuk tarian massal koreografi yang digabungkan beberpa gerakan tari tradisional nusantara dam tarian modern dengan durasi empat menit yang diiringi musik aransemen Pongky Ptasetyo. Penggabungan lagu daerah Soleram dari Riau, Ampar-Ampar Pisang (Kalimantan Selatan), Cubrak-cublak Suweng (Jateng), dan Yomko Rambe Tamko (Papua).

 
Pewarta :
Editor: Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar