
Lima mahasiswa UNS juarai Miiex

Solo (Antaranews Jateng) - Sebanyak lima mahasiswa Universitas Sebelas Maret Surakarta menjuarai "Macau Innovation and Invention Expo (Miiex)" Ke-6 yang dilaksanakan pada 13-15 Juli 2018.
"Sebelum akhirnya mengikuti kompetisi ini, kami mengikuti seleksi di kancah nasional yang diadakan oleh `Indonesian Invention and Innovation Promotion Association (Innopa)`," kata salah satu mahasiswa itu, Thabib Mubarok, di Solo, Senin.
Ia mengatakan tahap awal berupa seleksi abstrak dan deskripsi produk. Selanjutnya, tahap pengiriman foto produk jadi yang lengkap dengan spesifikasinya.?
"Kami membuat `invention` (temuan, red.) dengan judul `CODE-PRO Coco-Fiber Diffusober for Interior Product` yang mana produk tersebut didesain dengan kain batik khas Indonesia. Produk tersebut berfungsi sebagai peredam suara yang didesain untuk interior dan dipadukan dengan kain batik," katanya.
Ia mengatakan produk tersebut cukup diminati oleh para pengunjung. Bahkan, beberapa juri juga tertarik dengan ciri khas Indonesia tersebut.
"Saya percaya bahwa budaya lokal Indonesia yang unik dan cantik ini mampu dikembangkan dan diinovasi lagi. Pada dasarnya Indonesia kaya akan sumber daya alamnya sehingga dengan serabut kelapa dan batik khas Indonesia ini kami mampu membawa pulang emas dan mengharumkan bangsa Indonesia," katanya.
Ia mengatakan persiapan yang dilakukan untuk mengikuti kegiatan tersebut sekitar tiga bulan. Selain Thabib, empat mahasiswa lain yang juga mewakili UNS, yaitu Fajar Julian Santosa, A?isah, Finna Aqhninna, dan Avina Utari.
Kompetisi itu diikuti 162 penemuan dari berbagai negara di dunia dan juga dari segala tingkatan, mulai dari siswa, mahasiswa, hingga master.?
Ia mengatakan Miiex diselenggarakan bekerja sama dengan organisasi-organisasi temuan dunia, di antaranya "Internasional Federation of Inventors Association" (IFIA), "Hong Kong Invention Association" (HKIA), dan "World Invention Intellectual Property Assosiation" (WIIPA).
Rangkaian acara pada kompetisi tersebut pada hari pertama setiap penemuan yang dihasilkan oleh para peserta dipamerkan dan dinilai oleh juri, sedangkan pada hari kedua dan ketiga diselenggarakan ekspo terbuka untuk publik.
"Pada saat itu setiap pengunjung diberikan kebebasan untuk masuk dan bertanya mengenai inovasi mereka serta ada konferensi oleh beberapa ahli yang memaparkan inovasinya serta dilanjutkan malam puncak penganugerahaan," katanya.
Pewarta: Aris Wasita
Editor:
Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
