
Progres revitalisasi Kota Lama Semarang sudah 20 persen

Semarang (Antaranews Jateng) - Progres revitalisasi kawasan Kota Lama Semarang yang ditangani Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sudah mencapai 20 persen.
"Secara keseluruhan, pengerjaannya sudah mencapai 20 persen. Khusus di Jalan Letjen Suprapto sudah 80 persen," kata Ketua Badan Pengelola Kawasan Kota Lama (BPK2L) Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu di Semarang, Kamis.Di lokasi, ia menjelaskan pengerjaan proyek revitalisasi kawasan Kota Lama Semarang meliputi pembenahan drainase, "ducting" atau penataan jaringan kabel di dalam tanah, hingga "street furniture".
"Kendalanya, tadi kontraktor menyampaikan karena ini penggalian, banyak airnya yang ternyata semacam air payau. Jadi, terkadang menimbulkan bau. Tetapi, tetap optimistis Desember 2018 bisa selesai," katanya.
Menurut dia, pengerjaan proyek itu dilakukan secara bertahap, seperti penataan drainase yang akan dirampungkan dulu dan ditutup paving, setelah itu baru dilanjutkan dengan "ducting".
"Jadi, tidak seketika. Perlu satu persatu pembangunannya. Nanti, tahun depan tinggal penataannya, misalnya peruntukan bangunan. Bagaimana membangunkan pemilik gedung yang belum merevitalisasi," katanya.
Ita menambahkan "street furniture" atau aksesoris jalan nantinya juga akan melengkapi kawasan Kota Lama Semarang, yakni dengan membuat semacam jalur bunga di Jalan Letjen Suprapto Semarang.
"Kami dari Pemerintah Kota Semarang sudah usulkan khusus di Jalan Letjen Suprapto dibuat semacam jalur bunga. Meski `heritage`, ada kolaborasi dengan tanaman," kata Wakil Wali Kota Semarang itu.
Deretan pot bunga, kata dia, akan menghiasi sepanjang jalan di kawasan Kota Lama Semarang, sebagaimana di Singapura, melengkapi pohon-pohon besar yang sudah ditanam untuk peneduh.
Sementara itu, Kepala Pelaksana PT Brantas Abipraya selaku kontraktor pelaksana proyek revitalisasi kawasan Kota Lama Dimas Yudha membenarkan progres pengerjaan yang sudah di angka 20 persen.
"Area pengerjaan meliputi Jalan Letjen Suprapto, Kepodang, Sendowo, Kedasih, Cenderawasih, kemudian pembersihan kawasan Sungai Berok, dan bundaran Bubakan untuk semacam polder," katanya.
Kawasan proyek yang padat lalu lintas, kata dia, menjadi kendala tersendiri, sebab banyak proyek yang merupakan galian sehingga pihaknya sangat berhati-hati dalam pelaksanaan proyek.
"Kendalanya, ya, karena areanya lalu lintasnya padat. Kami lebih berhati-hati karena proyeknya galian. Kami lebih mementingkan ke arah kesehatan dan keselamatan kerja (K3)," katanya.
Pewarta: Zuhdiar Laeis
Editor:
Mugiyanto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
