Teguh Yuwono: Unggul survei belum tentu menang pilkada

id teguh yuwono,pilkada jateng

Teguh Yuwono: Unggul survei belum tentu menang pilkada

Ketua Program Magister Ilmu Politik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Diponegoro Semarang Dr. Drs. Teguh Yuwono, M.Pol.Admin. (Foto: Dok. pribadi)

Petahana (incumbent) diuntungkan karena telah bekerja 5 tahun dan lebih dikenal oleh publik,
Semarang (Antaranews Jateng) - Peserta pemilihan kepala daerah yang unggul pada hasil survei belum tentu memenangi Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah, 27 Juni 2018, kata Ketua Program Magister Ilmu Politik FISIP Universitas Diponegoro Semarang Dr. Drs. Teguh Yuwono, M.Pol.Admin.

  Ketika merespons hasil survei Lingkaran Survei Kebijakan Publik yang tergabung dalam Lingkaran Survei Indonesia Denny J.A., Teguh Yuwono di Semarang, Sabtu pagi, menegaskan bahwa semua bergantung pada masyarakat yang menggunakan hak pilihnya di tempat pemungutan suara (TPS).

  Sebelumnya, Direktur LSKP-LSI Denny J.A. Sunarto Ciptoharjono menyampaikan hasil survei yang pelaksanaannya pada tanggal 7 sampai dengan 13 Juni 2018.

  Survei dengan menggunakan metode "multistage random sampling" itu menyebutkan elektabilitas pasangan Ganjar Pranowo dan Taj Yasin Maimoen mengalami penaikan 3,7 persen menjadi 54 persen dari survei sebelumnya pada bulan April 2018.

  Sementara itu, elektabilitas pasangan Sudirman Said dan Ida Fauziyah juga mengalami penaikan. Akan tetapi, hanya 2,5 persen atau menjadi total 13 persen.

  Hasil survei juga menyebutkan bahwa popularitas Ganjar Pranowo naik menjadi 96,6 persen dari data survei sebelumnya sebesar 89,5 persen, atau melampaui popularitas Sudirman Said yang masih di angka 63,9 persen.

  Selain itu, kepuasan masyarakat terhadap kinerja Ganjar Pranowo sebagai Gubernur Jateng periode 2013 s.d. 2018 juga mengalami penaikan menjadi 71 persen dari data survei sebelumnya sebesar 57,6 persen.

  "Petahana (incumbent) diuntungkan karena telah bekerja 5 tahun dan lebih dikenal oleh publik," kata Teguh yang juga alumnus Flinders University Australia.

  Ia mengemukakan bahwa melawan petahana kalau tidak luar biasa effort-nya akan mengalami kesulitan untuk mengalahkannya pada pemilihan kepala daerah pada hari Rabu (27/6).

  "Ibarat tinju, penantang harus menang knockout. Jadi, kalau effort (upaya) penantang hanya biasa-biasa saja, ya, berat peluangnya," kata Teguh.

  Pada kesempatan wawancara dengan Antara, Teguh menegaskan kembali bahwa hasil survei itu merupakan penjajakan atau diagnosis, bisa tidak tepat.

  Pilgub Jateng 2018 diikuti dua pasangan calon, yakni pasangan Ganjar Pranowo dan Taj Yasin Maimoen yang diusung oleh PDI Perjuangan, PPP, Partai NasDem, Partai Demokrat, dan Partai Golkar; pasangan Sudirman Said dan Ida Fauziyah diusung Partai Gerindra, PAN, PKS, dan PKB.
Pewarta :
Editor: D.Dj. Kliwantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar