Perancang busana kenamaan Prancis Givenchy tutup usia

id perancang busana kenaaman, perancis tutup usia

Perancang busana kenamaan Prancis Givenchy tutup usia

Givenchy dalam sebuah sesi wawancara sekitar 2016. (YouTube/Julien Breuil) (YouTube/Julien Breuil)

Paris (Antaranews Jateng) - Hubert de Givenchy, perancang busana kenamaan asal Prancis dan pendiri rumah mode Givenchy pada tahun 50an, tutup usia pada Senin (12/3) dalam usia 91 tahun.

Label pakaian tersebut mengumumkan kabar tersebut, namun, tidak menjelaskan penyebab kematian perancang busana yang telah mendandani pesohor perempan seperti Jacqueline Kennedy Onassis dan Grace Kelly, dikutip dari laman Reuters.

Ingat Audrey Hepburn di film “Breakfast at Tiffany’s”? Hepburn memakai little black dress nan elegan dari Givenchy.
  Sang desainer pertama kali memamerkan karyanya di Paris pada usia 24, karyanya identik dengan rancangan yang glamor. Koleksi pertamanya yang keluar pada 1952 mencapai 7 juta franc (sekitar 1 juta euro) saat itu.

Masa kecil 
Lahir di keluarga ningrat pada 21 Februari 1927, Hubert James Taffin de Givenchy diharapkan menjadi pengacara. Givenchy kecil, lahir di Beauvis, utara dari paris, tertarik melihat kain tekstil berkelas yang dipajang di rumah kakek dari pihak ibu.

Sang kakek saat itu menjadi petinggi di industri karpet Beauvais dan Goblin dan gemar mengoleksi bahan tekstil berkualitas.

Givenchy ditinggal mati ayahnya sejak usia dua tahun, ia dan saudara laki-lakinya dibesarkan oleh ibu dan kakek-neneknya.

Givenchy muda sempat belajar mengenai hukum, namun, karena atmosfer pemberontakan menyusul Perang Dunia II, dia akhirnya masuk sekolah seni Ecole des Beaux-Arts di Paris. Dia pindah ke Paris pada usia 17.

Givenchy terkesan dengan Cristobal Balenciaga, yang saat itu menjdi pemimpin perancang Paris.

Suatu hari, dia memberanikan diri ingin memperkenalkan diri dan memberikan buku sketsa-nya pada Balenciaga, tapi, diusir dengan kata-kata “Tuan Balenciaga tidak pernah bertemu siapapun” (Mr. Balenciaga sees no one).

Sebelum membuat desainnya sendiri, ia magang ke Jacques Fath, Robert Piguet dan Elsa Schiarapelli.

Setelah debutnya menuai sukses, Givenchy pergi ke New York untuk meraih pasar Amerika. Di sana, akhirnya ia bertemu Balenciaga dan bersahabat karib hingga perancang dari Spanyol itu meninggal pada 1972.

“Balenciaga yang mengajari semua yang saya tahu sekarang. Dia bilang perhatikan detail, tidak perlu pasang kancing kalau tidak digunakan, atau tambah bunga supaya gaun terlihat canitk… Tidak ada detail yang mubazir,” begitu Givenchy sering berkata mengenai sahabatnya.
 
Favorit para bintang
Jacqueline Kennedy memakai salah satu rancangannya saat pemakaman Presiden John. F. Kennedy pada 1963. Gaun rancangan Givenchy juga pernah dipakai bintang film Grace Kelly, yang belakangan menjadi Putri Monaco.

Diantara para perempuan yang pernah memakai karyanya, yang paling setia adalah Audrey Hepburn, memakai rancangannya selama tiga dekade setelah mereka berkolaborasi pada 1963.

Tidak hanya “Breakfast at Tiffany’s”, Givenchy mendandani Hepburn di “Sabrina”, “Funny Girl”, “Charade”, “How to Steal a Million” dan “Bloodline”.

Dia mendedikasikan parfum “L’Interdit” untuk Hepburn, bahkan saat Givenchy mendapatk Lifetime Achievement Award dari California pada 1988, sahabatnya itu turut hadir di upacara penghargaan.

Hingga saat ini, merk Givenchy tetap bertabur bintang. Di bawah Riccardo Tisci (yang baru-baru ini pindah ke Burberry), merk ini sering dipakai keluarga Kardashian dan pernah mendapat sambutan meriah di dunia maya saat fashion week di Paris.

Givenchy, bertinggi badan 196 centimeter dan bermata biru, terkenal pekerja keras. Dia mulai menggambar atau memilih bahan pukul 07.00 pagi di studionya di Avenue George V di Paris.

Saat hari libur, atau akhir pekan, dia menghabiskan waktu di rumah besarnya di pedesaan arah ke Tours, Prancis barat.

Setelah 30 tahun, dia menjual labelnya ke ke grup LVMH Moet Henessy-Louis Vuitton pada 1988, tetap berada di grup tersebut hingga pensiun pada 1995.(Editor : AA Ariwibowo).
Pewarta :
Editor: Totok Marwoto
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar