Logo Header Antaranews Jateng

Nilai tukar petani Jateng turun 0,47 persen

Kamis, 1 Februari 2018 21:18 WIB
Image Print
ilustrasi - Panen padi (ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko)

Semarang (Antaranews) - Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Tengah menyebutkan tren nilai tukar petani (NTP) cukup bagus meski pada Januari 2018 melambat atau turun 0,47 persen dibandingkan Desember 2017.

"Kami mencatat NTP semenjak Maret-Desember 2017 yang menunjukkan tren bagus, yakni meningkat. Bahkan, sejak Agustus 2017 melebihi angka nasional," kata Kepala BPS Jateng Margo Yuwono di Semarang, Kamis.

Kalau ditarik ke belakang, kata dia, selama ini NTP Jateng selalu di bawah angka nasional, tetapi sejak Agustus 2017-Januari 2018 melebihi angka nasional meski bulan lalu sedikit melambat atau turun.

Ia menyebutkan NTP Jateng pada Januari 2018 sebesar 103 dengan indeks harga yang dibayar petani (Ib) naik 1,12 persen lebih tinggi dibanding indeks harga yang diterima petani (It) yang hanya naik 0,65 persen.

"Jadi, NTP masih tetap di angka 100, tetapi pada Januari 2018 sedikit melambat atau turun karena It lebih rendah karena hanya naik 0,65 persen dibanding Ib yang naiknya sampai 1,12 persen," katanya.

Dari lima subsektor pertanian penyusun NTP, kata dia, empat subsektor di antaranya mengalami penurunan indeks, yakni hortikultura turun 1,68 persen dan tanaman perkebunan rakyat turun 2,20 persen.

Kemudian, subsektor peternakan turun 1,16 persen dan perikanan turun 0,33 persen, lanjut dia, tetapi satu subsektor pertanian, yakni tanaman pangan mengalami kenaikan indeks sebesar 1,77 persen.

"Pada Januari 2018, kami mencatat komoditas yang mengalami kenaikan harga, antara lain komoditas tanaman pangan, seperti gabah, ketela pohon atau ubi kayu, dan kacang tanah," katanya.

Namun, kata dia, subsektor hortukultura, tanaman perkebunan rakyat, peternakan, dan perikanan mengalami penurunan harga, seperti bawang merah, kacang merah, vanili, kelapa, domba, kerbau, ikan nila, dan kerapu.

"Dari 33 provinsi di Indonesia, pada Januari 2018 kenaikan NTP tertinggi di Nangroe Aceh Darussalam sebesar 0,89 persen, sementara penurunan NTP terbesar di Bangka Belitung sebesar 2,46 persen," katanya.

Selain itu, Margo menambahkan terjadi inflasi perdesaan sebesar 1,19 persen pada Januari 2018 di Jateng yang disebabkan oleh naiknya semua indeks kelompok pengeluaran. ***3***

(U.KR-ZLS/B/N002/N002) 01-02-2018 20:45:38



Pewarta:
Editor: Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2026