Logo Header Antaranews Jateng

Harga beras picu tingginya inflasi Jateng

Kamis, 1 Februari 2018 21:04 WIB
Image Print
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat melakukan kunjungan kerja di Pasar Kota Banjarnegara untuk mengecek kenaikan harga beras yang fluktuatif. (Foto:Wisnu Adhi N.)

Semarang (Antaranews) - Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Tengah mencatat naiknya harga komoditas kelompok bahan pangan, khususnya beras, memengaruhi tingginya inflasi pada Januari 2018.

"Pada Januari 2018, inflasi cukup tinggi, yakni 0,88 persen. Lebih tinggi dibanding tingkat inflasi nasional yang hanya 0,62 persen," kata Kepala BPS Jateng Margo Yuwono di Semarang, Kamis.

Inflasi di Jateng, kata dia, terjadi di semua kota SBH (survei biaya hidup), dengan catatan paling tinggi adalah Cilacap sebesar 1,33 persen dan terendah di Surakarta sebesar 0,55 persen.

Menurut dia, inflasi terjadi karena kenaikan harga yang ditunjukkan naiknya indeks semua kelompok pengeluaran yang ada, seperti bahan makanan sebesar 3,38 persen, diikuti kesehatan sebesar 0,75 persen.

"Ada lima komoditas penting yang berpengaruh terhadap inflasi pada Januari 2018, yakni naiknya harga beras, cabai rawit, cabai merah, daging ayam ras, dan tarif rumah sakit (RS)," katanya.

Untuk beras, kata dia, cukup besar andilnya terhadap inflasi, diikuti cabai rawit dan merah yang dipengaruhi pasokan, panen raya, dan cuaca yang memengaruhi harga secara umum.

Ia mengatakan inflasi merupakan hal paling strategis yang harus diwaspadai karena menyangkut daya beli masyarakat. Jika harga komoditas terus naik akan menurunkan daya beli masyarakat.

"Harapannya, harga (komoditas, red.) relatif tidak banyak bergerak. Kalau harga-harga bergerak cepat, sementara pendapatan masyarakat tetap akan mengganggu daya beli," katanya.

Namun, Margo mengakui upaya yang dilakukan pemerintah selama ini untuk mengendalikan harga beras di pasaran sudah cukup bagus, seperti operasi pasar beras dan beras murah di beberapa titik.

"Upaya pemerintah sudah cukup bagus, seperti menggelar operasi pasar beras dan penjualan beras murah di beberapa titik. Artinya, masyarakat bisa menjangkau beras pada harga normal," katanya.

Apalagi, kata dia, pasokan beras secara nasional sudah menjadi isu hangat sampai harus mengimpor beras, sebab pasokan beras yang terbatas di pasaran bisa menyebabkan harga tinggi. ***3***

(U.KR-ZLS/B/M029/M029) 01-02-2018 20:17:07



Pewarta:
Editor: Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2026