Logo Header Antaranews Jateng

Bulog Banyumas targetkan serap 51.000 ton beras

Senin, 22 Januari 2018 13:16 WIB
Image Print
Kepala Bulog Subdivre Banyumas Setio Wastono (kiri) saat mendampingi sejumlah pejabat meninjau kompleks pergudangan Sokaraja, Kabupaten Banyumas, usai pelepasan operasi pasar beras, Selasa (9/1/2018). (Foto: Sumarwoto)

Purwokerto (Antaranews Jateng) - Bulog Banyumas, Jawa Tengah mendapat tugas dari pemerintah untuk menyerap gabah atau beras petani dengan target sekitar 51.000 ton pada tahun 2018, kata Kepala Bulog Subdivisi Regional Banyumas Setio Wastono.

Penyerapan tersebut merupakan merupakan bagian dari kegiatan PSO (public service obligation) untuk memenuhi cadangan beras pemerintah, katanya di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Senin.

Kendati demikian, dia mengatakan penyerapan beras PSO tersebut saat sekarang belum dapat dilaksanakan karena harga gabah di tingkat petani masih tinggi.

Dalam hal ini, harga gabah kering panen di tingkat petani saat sekarang mencapai Rp5.600 per kilogram, sedangkan harga pembelian pemerintah (HPP) sebesar Rp3.750 per kilogram.

"Kami masih mengacu pada Instruksi Presiden Nomor 5 Tahun 2015 Harga Pembelian Pemerintah (HPP) Gabah dan Beras," jelasnya.

Wastono memperkirakan penyerapan beras PSO tersebut baru dapat dilaksanakan mulai akhir bulan Februari atau awal bulan Maret ketika telah memasuki masa panen raya.

Terkait dengan hal itu, dia mengatakan Bulog Banyumas saat sekarang tengah menyeleksi calon mitra kerja pengadaan beras dan komoditas lainnya.

Dengan demikian ketika masa panen raya tiba, kata dia, mitra kerja pengadaan dapat segera diterjunkan untuk membeli gabah dan beras dari petani.

"Meskipun penyerapan beras PSO belum dilaksanakan, kami saat sekarang sudah mulai membeli gabah dan beras melalui pendekatan komersial, yakni dengan harga pasaran," katanya.

Ia mengatakan hingga saat ini, volume beras yang dibeli Bulog Banyumas melalui pendekatan komersial baru mencapai 70 ton karena harus bersaing dengan pedagang.



Pewarta:
Editor: Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2026