Logo Header Antaranews Jateng

Sudirman dan Ida Galang Dukungan

Senin, 15 Januari 2018 20:04 WIB
Image Print
Pasangan Sudirman Said dan Ida Fauziyah berjalan menuju Kantor KPU Jawa Tengah untuk mendaftar sebagai calon gubernur dan wakil gubernur. (Foto:Wisnu Adhi N.)

Semarang (Antaranews) - Bakal Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah Sudirman Said dan Ida Fauziyah mengunjungi kantor Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Provinsi Jateng untuk bersilaturahmi sekaligus menggalang dukungan.

"Tujuan kami datang ke sini untuk mencoba merangkul semua elemen yang ada di Jateng sehingga tidak ada perbedaan dalam memilih pada pilkada mendatang," kata Sudirman Said usai bersilaturahmi dengan PW Muhammadiyah Provinsi Jateng di Semarang, Senin.

Bakal pasangan calon yang diusung Partai Gerindra, PAN, PKS, dan PKB itu berkeinginan ada persatuan antarelemen maupun antarorganisasi Islam di Provinsi Jateng, terutama pada pelaksanaan pilkada mendatang.

"Bu Ida mitra saya basisnya Nahdlatul Ulama, jadi kami ingin merangkul semuanya, ini juga bukan berebut dukungan," ujarnya.

Ketua PW Muhammadiyah Jateng Tafsir mengatakan bahwa lembaga keagamaan yang dipimpinnya menerima kedua kandidat Pilgub Jateng 2018 dengan tangan terbuka dan tidak membedakan.

Sebelumnya, pasangan Ganjar Pranowo/Taj Yasin Maimoen juga telah bersilaturahmi dengan jajaran PW Muhammadiyah Jateng pada hari Sabtu (13/1).

Tafsir menilai kedua kandidat Pilgub Jateng 2018 sama-sama memiliki visi dan misi sama untuk memajukan serta menyejahterakan masyarakat setempat.

Menurut dia, ada tugas berat yang akan diemban siapa pun gubernurnya terpilih mendatang, yakni mengejar ketertinggalan dengan wilayah lain di Pulau Jawa.

Ia menegaskan bahwa Muhammadiyah bersikap netral dan tidak berada di satu lingkaran yang kaku karena para pengikut atau pengurusnya berasal dari beragam unsur dan berbagai macam partai politik.

"Muhammadiyah sebagai lembaga adalah netral. Oleh karena itu, semua ini kami layani, kemudian kami doakan bahwa nanti Allah yang menentukan. Karena Muhammadiyah netral, tidak mungkin berada pada satu pilihan tertentu dan pasti ada yang terjaring," tegasnya.



Pewarta:
Editor: Kliwon
COPYRIGHT © ANTARA 2026