
Nelayan Rembang Peroleh Program Bedah Rumah

Rembang, ANTARA JATENG - Sejumlah nelayan di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, mendapatkan bantuan program bedah rumah dari Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap Kementerian Kelautan dan Perikanan.
Menurut Kepala Desa Gegunung Wetan, Kabupaten Rembang, Suwanto, di Rembang, Rabu, jumlah warganya yang bekerja sebagai belayan yang mendapat bantuan program bedah rumah ada lima orang dari 50 nelayan yang tergolong kurang mampu.
Kelima nelayan yang mendapat bantuan program bedah rumah tersebut, yakni Suparno, Junaidi, Yatno, Balen, dan Parnadi yang berasal dari RW 1, 2, dan 3.
Ia mengatakan kelima nelayan tersebut memang layak mendapatkan bantuan karena kondisi rumahnya yang kurang layak huni.
Sebetulnya, kata dia, warganya yang bekerja sebagai nelayan dan memiliki rumah kurang layak huni bisa mencapai puluhan orang.
"Kami bersyukur karena ada bantuan program bedah rumah, sehingga bisa mengurangi beban mereka dalam membiayai perbaikan rumah," ujarnya.
Ia mengatakan setiap orang mendapatkan bantuan program bedah rumah senilai Rp20 juta. Kalaupun ada kekurangan biaya perbaikan rumah, ditanggung penerima bantuan.
Untuk itu, kata dia, penerima bantuan harus berkonsultasi dengan ahli bangunan agar dana yang tersedia cukup untuk perbaikan rumahnya.
Dengan dana sebesar itu, lanjut dia, tidak bisa untuk perbaikan rumah secara total, melainkan sebagian.
Program bedah rumah dari KKP tersebut, lanjut dia, pelaksanaannya dibatasi selama lima hari harus sudah selesai.
"Kami juga memfasilitasi penerima bantuan untuk bisa mendapatkan material bangunan lebih awal, mengingat dana program bedah rumah tersebut tidak langsung cair," ujarnya.
Setelah perbaikan rumah selesai, kata dia, penerima bantuan akan mendapatkan dana tersebut dengan terlebih dahulu melengkapi kelengkapan administrasinya, seperti kuitansi belanja material bangunan.
Balen, salah seorang nelayan yang mendapatkan bantuan program bedah rumah, mengaku senang karena dibantu biaya perbaikan rumah.
"Dengan penghasilan yang tidak menentu sebagai nelayan, tentu saya tidak mampu memperbaiki rumah yang kondisinya kurang layak," ujarnya.
Penghasilannya dari setiap melaut tidak menentu, terkadang bisa mencapai Rp300 ribu, sedangkan saat sepi justru bisa sampai tidak memperoleh hasil tangkapan.
Junaidi, nelayan setempat lainnya, mengaku penghasilannya juga tidak menentu karena saat tangkapan ikan banyak bisa sampai Rp100 ribu dan saat sepi hanya Rp25.000 sekali melaut karena hanya sebagai anak buah kapal.
Dengan penghasilan sebesar itu, kata dia, hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, sehingga keinginan untuk memperbaiki atap rumahnya yang mulai lapuk juga belum terwujud.
Ia bersyukur mendapatkan bantuan dari KKP untuk perbaikan rumahnya meskipun hanya sebagian.
Dirjen Perikanan Tangkap Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Syarif Widjaya bersama Gubernur Jateng Ganjar Pranowo juga sempat meninjau rumah nelayan yang mendapatkan bantuan program bedah rumah di Desa Gegunung Wetan, Kecamatan Kota, Kabupaten Rembang, Rabu.
Pewarta: Akhmad Nazaruddin Lathif
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
