Logo Header Antaranews Jateng

Sigit: Pemimpin Jateng harus Visioner

Selasa, 17 Oktober 2017 16:47 WIB
Image Print
Salah satu bakal calon Wakil Gubernur Jateng yang juga Wali Kota Magelang Sigit Widyonindito berbicara pada Focus Group Discusion di Semarang, Senin (16/10). (Foto: ANTARAJATENG.COM/Hari Atmoko)
saya memiliki program berupa politik anggaran yang prorakyat dan tidak selalu berorientasi pada proyek

Magelang, ANTARA JATENG - Provinsi Jawa Tengah dengan berbagai sumber daya melimpah membutuhkan pemimpin visioner untuk mewujudkan pembangunan menjadi lebih baik, kata salah satu bakal calon wakil gubernur setempat yang saat ini menjabat Wali Kota Magelang Sigit Widyonindito.

"Jateng harus punya pemimpin visioner yang mampu membawa perubahan yang lebih baik dan signifikan," ujarnya dalam Focus Group Discusion di Semarang, Senin (16/10) yang dihadiri sejumlah bakal calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jateng.

Ia menyebut potensi dan sumber daya di Jateng tidak kalah dengan provinsi lainnya, terutama di Pulau Jawa, seperti hutan, sawah, perkebunan, dan bandara.

Berbagai potensi tersebut, ujarnya, harus digarap secara optimal demi kemajuan provinsi yang meliputi 35 kabupaten dan kota tersebut, pada masa mendatang.

Ia menyatakan terpanggil maju sebagai bakal calon wagub dalam pemilihan mendatang dan siap berkompentisi secara sehat.

Sigit yang Wali Kota Magelang selama dua periode itu, mengaku memiliki program untuk pembangunan Jateng pada masa mendatang bila terpilih dan menerima rekomendasi pencalonan pilgub dari DPP PDI Perjuangan. Sigit adalah kader PDIP.

"Kalau saya mendapatkan rekomendasi, saya memiliki program berupa politik anggaran yang prorakyat dan tidak selalu berorientasi pada proyek. Regulasi di Jateng juga harus dibuka seluas-luasnya, senada dengan program Nawacita yang diusung Presiden Jokowi," katanya dalam keterangan tertulis yang diterima Antara di Magelang, Selasa.

Salah satu bakal calon gubernur, Sudirman Said, menyebut pilkada sebagai perlombaan kebaikan sehingga perlu adanya dorongan kepada orang-orang baik untuk mengisi politik.

"Saya mengawalinya, sebagai orang baik untuk masuk politik melalui pilkada ini. Orang baik mesti percaya diri, orang jahat saja percaya diri," katanya.

Pengamat politik Universitas Diponegoro Yulianto mengatakan bahwa berdasarkan survei terdapat 16,1 persen dari 3.000 responden warga Jateng ingin wajah baru dalam pilkada mendatang.

"Tinggal bagaimana nanti mencari orang yang inovatif, punya kreativitas dalam meningkatkan pelayanan, selama pencalonan memiliki daya tarik, ide, gagasan yang bagus. Intinya warga mengharapkan figur yang bagus dan parpol yang kuat," katanya.

Wakil Gubernur Jateng Heru Sujatmoko menyatakan setuju bahwa Jateng harus terus membangun agar kemajuannya tidak kalah dengan provinsi lain, terutama di Jawa.

"Meski demikian perlu diketahui bahwa Jateng juga memiliki sesuatu hal yang lebih baik dan dipandang sebagai nilai lebih, yakni ketentraman, persaudaraan, kenyamanan warga, bukan semata-mata kemajuan ekonomi," katanya.



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026