
BPU UNS Berharap Bisa Mengindustrikan Hasil Riset

Solo, ANTARAJATENG - Badan Pengelola Usaha (BPU) Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Jawa Tengah, berharap bisa mengindustrikan hasil riset yang dilakukan oleh dosen maupun mahasiswa.
"Jika hasil riset ini bisa masuk ke sektor industri, bisa memberikan kontribusi bagi BPU," kata Kepala BPU UNS Eddy Triharyanto di Solo, Jumat.
Meski demikian, terkait dengan rencana tersebut, pihaknya masih menghadapi beberapa kendala, salah satunya belum bisa mengelola dan mendirikan perseroan terbatas (PT) sendiri sehingga masih menerapkan konsep kerja sama.
"Termasuk hasil riset terbaru yang belum lama ini kami launching yaitu pewarna alam atau UNS Ecody yang saat ini masih dikerjasamakan dengan pihak luar, di antaranya dengan Danarhadi dan Semar dari sisi pemasaran," katanya.
Dari sisi produksi, pihaknya menggandeng sejumlah klaster batik dari beberapa daerah di Soloraya, di antaranya Bayat Kabupaten Klaten, Sukoharjo, dan Sragen.
Oleh karena itu, ketika ke depan UNS sudah menjadi perguruan tinggi negeri berbadan hukum (PTN BH), dikatakannya, rektor menghendaki agar UNS bisa mendirikan industri dengan tetap mengedepankan "teaching factory".
"Jadi juga bisa digunakan untuk kegiatan magang mahasiswa, karena terkadang mahasiswa kesulitan mencari tempat magang di perusahaan-perusahaan swasta," katanya.
Sementara itu, ke depan pihaknya juga berkeinginan untuk bisa berkontribusi terhadap operasional industri di luar kampus, termasuk juga UMKM yang bisa memanfaatkan hasil riset dari perguruan tinggi.
"Meski demikian, 'goal'-nya adalah ada draf payung hukum, apa saja hak dari inovator dan pihak kampus. Secara konsepnya kami mendukung, bahkan bisa jadi ke depan kami akan lebih memprioritaskan UMKM dari sisi kemitraan dengan pihak luar," katanya.
Pewarta: Aris Wasita Widiastuti
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
