Logo Header Antaranews Jateng

Dinas PU: Proyek Infrastruktur Masih Sesuai Progres

Selasa, 19 September 2017 08:07 WIB
Image Print
Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Semarang Iswar Aminuddin beserta jajarannya meninjau progres pembangunan Jalan Kudu-Waringin Jajar yang berada di perbatasan Kota Semarang-Kabupaten Demak, Senin (18/9) (Foto: ANTARAJATENG.COM/Zuhdiar Laeis)

Semarang, ANTARA JATENG - Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Semarang menyebutkan proyek pembangunan infrastruktur yang dikerjakan sepanjang tahun ini masih berjalan sesuai dengan progres yang diharapkan.

"Beberapa memang ada keterlambatan, tetapi masih bisa ditoleransi," kata Kepala Dinas PU Kota Semarang Iswar Aminuddin, di sela tinjauan di sejumlah pengerjaan proyek infrastruktur di Semarang, Senin.

Beberapa proyek infrastruktur yang ditinjau, yakni pembangunan Jalan Kudu-Waringin Jajar, Jalan Woltermonginsidi, pembangunan lima jembatan di Tlogosari, dan pembangunan Jalan Madukoro Semarang.

Iswar optimistis proyek-proyek infrastruktur itu selesai sesuai dengan yang ditargetkan meski sempat terjadi kendala di lapangan, seperti pengerjaan pembangunan lima jembatan di kawasan Tlogosari.

Dari lima jembatan yang merupakan "warisan" pihak pengembang perumahan diganti dengan jembatan baru yang konstruksinya lebih tinggi seiring peninggian jalan yang sudah dilakukan Pemerintah Kota Semarang.

"Progres pembangunan jembatan di Tlogosari sudah 60 persen. Memang ada keterlambatan, yakni minus lima persen. Tetapi, keterlambatan lima persen belum jadi masalah. Masih bisa ditoleransi," katanya.

Apalagi, kata dia, memang ada sejumlah kendala teknis di lapangan yang memengaruhi pengerjaan, seperti pemasangan tiang pancang yang menyebabkan bahu jalan di kanan-kiri jalan tertarik atau rontok.

Diakuinya, lima jembatan lama dibangun oleh Perumnas yang sudah cukup lama sehingga tidak memungkinkan dipertahankan sehingga solusinya diganti dengan jembatan baru yang tiang pancangnya diperdalam lagi.

"Namun, kami akan tetap terus mengawal agar jangan sampai lebih tinggi deviasi keterlambatannya. Jembatan I dan III, kami targetkan sudah `open traffic`, sudah bisa dilalui pada 25 September 2017," katanya.

Setelah itu, kata Iswar, penyelesaian dilakukan untuk pembuatan jalur pedestrian, dan pada 15 November 2017 ditargetkan seluruh pengerjaan jembatan di kawasan perumahan tersebut sudah rampung.

Sementara itu, Project Manager PT Ikhtiar Mulya Konstruksi (IMK) Wahid Suyanto yang menangani proyek itu membenarkan adanya sejumlah kendala teknis dalam pelaksanaan, seperti longsoran tanah.

"Longsoran tanah sedalam 3,6 meter itu terjadi karena tertarik saat pemasangan tiang pancang. Namun, sudah teratasi. Kedalaman tiang pancang bervariasi tergantung kondisi tanah, ada yang sampai 12 meter," katanya.

Kendala lainnya, kata dia, kepadatan arus lalu lintas yang luar biasa di kawasan proyek pengerjaan itu, tetapi sejauh ini progresnya masih bagus sehingga pihaknya optimistis bisa rampung sesuai target.

"Pengerjaannya kami lakukan sampai malam hari. Ya, untuk mengejar progres. Bahkan, kami optimistis bisa lebih cepat karena dari target 15 Desember 2017, bisa dirampungkan 15 November 2017," pungkasnya.



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026