
BPU Garap Potensi Kampus

Solo, ANTARA JATENG - Badan Pengelola Usaha (BPU) Universitas Sebelas Maret (UNS), Solo, Jawa Tengah, menggarap potensi kampus untuk meningkatkan pendapatan usaha.
"Seperti misalnya pada tahun ini kami akan `launching` industri pewarna alam. Kami sudah riset sejak 2012 dan menghasilkan produk pewarna yang sudah terstandardisasi dengan nilai menyamai pewarna sintetis," kata Kepala Badan Pengelola Usaha UNS Eddy Triharyanto di Solo, Kamis.
Ia mengatakan sejauh ini ada lima jenis tanaman yang sudah diidentifikasi dan menghasilkan pewarna alami, salah satunya tanaman indigo yang menghasilkan warna biru.
"Sejauh ini yang siap dipasarkan adalah pewarna tekstil, merah dan biru. Selain itu pewarna untuk batik alam dan pelitur. Siap dipasarkan dengan standard yang sesuai dengan SNI," katanya.
Saat ini yang masih dalam proses riset adalah pewarna untuk cat dan bahan makanan. Mengenai pewarna cat ini, pihaknya menargetkan dapat diperoleh tahun depan melalui kerja sama dengan perusahaan cat.
Pihaknya berharap melalui rintisan tersebut, ke depan industri pewarna alam milik UNS bisa berkembang dan menjadi industri besar mengingat sejauh ini belum ada industri pewarna alam di dalam negeri.
"Kami juga optimistis industri ini bisa berkembang karena ketika kami melakukan pameran beberapa waktu lalu di Jakarta, ada beberapa perwakilan perusahaan di antaranya dari Jepang dan Kanada yang ingin mengajak bekerja sama," katanya.
Meski demikian, dikatakannya, sejauh ini ketersediaan bahan baku masih menjadi hambatan. Terkait hal itu, pihaknya tengah melibatkan tim riset dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) untuk membudidayakan tanaman penghasil warna alami seluas 20 hektar.
"Dengan berkembangnya ini maka efek positifnya juga besar. Penyedia bahan baku akan tumbuh, apalagi tanaman ini juga mudah dibudidayakan karena tahan terhadap lahan marginal," katanya.
Sementara itu, terkait dengan "income generating", dikatakannya, sesuai dengan aturan pemerintah seharusnya minimal Rp100 miliar/tahun. Oleh karena itu, pada tahun ini pihaknya menargetkan mampu mendatangkan pendapatan sebesar Rp101 miliar.
"Realisasi capaian hingga bulan Juli sudah mencapai Rp55 miliar. Sejauh ini kami optimistis tercapai mengingat tahun lalu dari target Rp30 miliar bisa tercapai hingga Rp52 miliar," katanya.
Ia menilai seharusnya target tersebut tidak sulit dicapai mengingat UNS memiliki potensi pendapatan yang cukup besar.
"Saat ini kami sedang coba inventarisasi. Misalnya kami punya laboratorium olahraga di Manahan yang alat fitnesnya komplit dan mahal tetapi belum dioptimalkan. Muaranya adalah UNS bisa menjadi universitas berkelas dunia," katanya.
Pewarta: Aris Wasita Widiastuti
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
