
Pertamina Jamin Ketersediaan Elpiji 3 Kilogram

Cilacap, ANTARA JATENG - PT Pertamina Marketing Operation Region IV menjamin ketersediaan elpiji 3 kilogram di wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta, kata Area Manager Communication Relations PT Pertamina (Persero) Jawa Bagian Tengah Andar Titi Lestari.
"Kami berkomitmen penuh dalam hal pendistribusian sesuai dengan kuota yang ditetapkan oleh pemerintah, sehingga kuota ini yang harus kami jaga," katanya dalam keterangan tertulis yang diterima Antara melalui Communication Relations PT Pertamina Refinery Unit IV Cilacap, Minggu.
Ia mengatakan kebijakan penerapan distribusi elpiji 3 kilogram berbeda dengan elpiji "nonpublic service obligation (non-PSO)".
Dalam pendistribusian elpiji 3 kilogram, kata dia, Pertamina mengikuti Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 26 Tahun 2009 tentang Penyediaan dan Pendistribusian Elpiji, khususnya Pasal 18 hingga Pasal 20 yang mengatur masalah pendistribusian elpiji dan pengguna elpiji tertentu.
Berdasarkan peraturan tersebut, lanjut dia, Pertamina hanya bertanggung jawab melakukan pengawasan sampai dengan pangkalan elpiji 3 kilogram.
Terkait dengan isu kelangkaan elpiji 3 kilogram yang diduga terjadi sejak menjelang Hari Raya Idul Adha, Andar mengatakan PT Pertamina MOR IV telah melakukan penambahan fakultatif guna menjamin ketersediaan bahan bakar gas bersubsidi tersebut termasuk menggelar operasi pasar di sejumlah wilayah Jateng dan DIY.
Menurut dia, beberapa wilayah yang pasokannya ditambah pada periode tanggal 1-3 September di antaranya Kabupaten Banjarnegara sebanyak 31.360 tabung, Banyumas sebanyak 30.240 tabung, Cilacap sebanyak 79.520 tabung, dan Purbalingga sebanyak 38.080 tabung.
Bahkan, kata dia, pasokan elpiji 3 kilogram untuk Kabupaten Banyumas kembali ditambah sebanyak 34.680 tabung pada periode tanggal 7-13 September.
Dalam kondisi normal, alokasi elpiji 3 kilogram untuk Kabupaten Banjarnegara sebanyak 498.840 tabung per bulan, Banyumas sebanyak 1.168.880 tabung per bulan, Cilacap sebanyak 1.181.600 tabung per bulan, dan Purbalingga sebanyak 604.040 tabung per bulan.
"Kami harap masyarakat tidak melakukan `panic buying` terkait dengan isu yang beredar mengenai kelangkaan elpiji. Pertamina selalu mengevaluasi kebutuhan riil pengunaan elpiji. Apabila dirasa kurang, Pertamina akan menyuplai elpiji secukupnya sesuai dengan kebutuhan di wilayah tersebut," katanya.
Ia mengatakan Pertamina memiliki Sistem Monitoring Penyaluran Elpiji 3 Kilogram (Simol3k) yang bertujuan untuk memantau jalannya distribusi elpiji 3 kilogram agar tepat sasaran, mulai dari agen resmi hingga ke seluruh pangkalan di bawah agen.
"Seperti kita tahu bahwa elpiji 3 kilogram diperuntukkan bagi masyarakat ekonomi kurang mampu yang merupakan produk kategori bersubsidi. Maka dari itu, kami sangat memerlukan keikutsertaan pengawasan dari pemerintah daerah dan kepolisian serta kami mengajak dan meminta seluruh lapisan masyarakat juga untuk turut berperan serta mewujudkan pendistribusian dan penyaluran elpiji bersubsidi yang tepat sasaran," katanya.
Pewarta: Sumarwoto
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
